Strategi realistis mengumpulkan dana darurat [Freepik]
Melihat kondisi geopolitik yang ada, dampaknya sontak melebar. Reuters memaparkan perang ini membuat harga bahan bakar naik, biaya logistik meroket, dan pasar keuangan jadi tidak stabil.
Kalau sudah begini, masih relevankah mengumpulkan dana darurat karena situasinya sudah terlanjur darurat?
Boro-boro emergency, bisa makan setiap hari saja sudah sangat beruntung begitu ucapan circle pergaulan saya utamanya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.
Strategi Realistis Mengumpulkan Dana Darurat Saat Sudah Darurat
Prinsipnya bisa jadi berubah: yang penting bertahan dulu, ideal engganya urusan belakangan. Setidaknya ada cash untuk 3 bulan mendatang. Merujuk literatur keuangan seperti Treasury, GoTrade, dan sumber lainnya ada strategi agar pengumpulannya lebih cepat.
1. Strategi Cash Acceleration
Caranya? Coba tengok sekitarmu, adakah aset yang sudah tak produktif lagi? Sebut saja gawai lama tetapi masih bagus dan bisa digunakan, stok jualan yang menimbun, atau barang hobi yang cuma ikutan fomo? Jual supaya jadi duit!
Jangan terlalu fokus untung berapa, yang penting barang keluar dari rumah dan ada cash masuk.
2. Brutal Budgeting
Cut biaya hiburan yang tidak penting. Pertimbangkan menghentikan layanan Netflix kalau memang jarang diakses, kurangi nongkrong di kafe kecuali keperluan bisnis, tunda dulu keinginan upgrade gadget kecuali memang urgent.
3. Mulai Bisnis yang Tak Pernah Mati
Tangan dan inderamu piawai akan rasa? Coba buka bisnis masakan rumahan dengan harga terjangkau. Hal ini akan dicari karena lebih hemat makan di rumah.
4. Jangan Lupakan Aset Darurat Berwujud Lain
Tak salah, tetapi lirik juga aset lain seperti emas dalam gramasi kecil misalnya. Ketika kondisi tidak pasti, logam mulia biasanya akan naik. Survival asset yang patut dipertimbangkan adalah bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga krusial.
Erinintyani Shabrina Ramadhini
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.