Pentingnya Pengenalan Kepribadian dalam Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan keuangan berkaitan erat dengan karakteristik pribadi. Sumber: Bisnis Indonesia

Pengelolaan keuangan berkaitan erat dengan karakteristik pribadi. Sumber: Bisnis Indonesia


Be-emers, tantangan dalam pengelolaan keuangan tidak melulu soal kepemilikan uang dan keterampilan mengelola uang, tetapi juga terkait dengan sifat kepribadian dan perilaku.

Dalam ranah keilmuan ekonomi klasik, individu dianggap sebagai pribadi yang rasional, dalam artian mampu membuat keputusan yang optimal untuk memaksimalkan kesejahteraannya dengan informasi yang tersedia.

Namun, dalam praktik pengelolaan keuangan sehari-hari, pandangan ekonomi klasik tersebut tidak selalu berlaku.

Seringkali individu mengambil keputusan tidak berdasarkan pertimbangan yang memadai sehingga nampak tidak rasional.

Sebagai contoh, menggunakan hampir seluruh pendapatannya untuk investasi berisiko, melewatkan kesempatan untuk berinvestasi padahal banyak harta menganggur, sering nongkrong di kafe mhaal atau membeli barang branded meskipun pendapatan terbatas, tidak mau mengalokasikan uang untuk menabung meskipun sering ada kebutuhan mendadak, dan lain sebagainya.


Realitas tersebut kemudian memunculkan pendekatan baru dalam memahami perilaku individu yang selanjutnya menjadi salah satu bahasan utama ilmu ekonomi.

Mengutip tulisan Stephanus Eri Kusuma di  Majalah Ututsan edisi April 2026, pendekatan baru ini menawarkan pandangan bahwa keputusan keuangan seseorang mencerminkan kepribadiannya dan sangat terkait dengan sifat dan karakteristik perilaku seseorang.
 

Kerangka Big Five

Kerangka analisis untuk memahami kepribadian adalah big five traits, yang memiliki 5 komponen utama yakni openness (keterbukaan terhadap pengalaman baru), conscientiousness (kedisiplinan, keteraturan dan tanggung jawab), extraversion (kecenderungan untuk aktif dan memperoleh energi dari interaksi sosial), agreeableness (empati, kerja sama dan interaksi sosial), dan neuroticism (kestabilan emosi dan kecenderungan mengalami kecemasan berlebih).

Kerangka ini sering disebut Ocean, yang diambil dari huruf depan setiap komponen. Yuk kita bahas satu persatu.

Openness sering dikatikan dengan kreativitas dan pengambilan keputusan berisiko sehingga terkait dengan peluang besar untuk memperoleh pendapatan tinggi, tetapi disertai dengan kecenderungan ketidakstabilan finansial yang tinggi.

Conscientiousness biasanya dikatikan dengan pengelolaan keuangan yang baik dan akumulasi aset yang konsisten sehingga endorong pendapatan yang tinggi. Meskpun demikian, individu ini cenderung kurang berani mengambil risiko sehingga potensi pendapatan dan aset bertambah secara cepat, relatif kecil.

Extraversion seringkali dikaitkan dengan kepemilikan jaringan sosial dan kemampuan menghasilan pendapatan yang tinggi. Meskipun demikian, karakteristik ini juga sering dikaitkan dengan kesulitan mempertahankan (mengembangkan) kekayaan.

Agreeableness biasanya dikaitkan dengan kemampuan kerja sama yang mendorong penciptaan pendapatan, tetapi juga dikaitkan dengan rendahnya persaingan yang memengaruhi perolehan pendapatan dan akumulasi kekayaan.

Sementara neurotivism biasanya berhubungan dengan penghindaran risiko dan kecemasan dalam pengambilan keputusan yang selanjutnya mendorong hubungan negatif dengan kesejahteraan finansial.