Pentingnya Pengenalan Kepribadian dalam Pengelolaan Keuangan


Dari kerangka big five ini, terdapat 3 profil kepribadian yakni individu dengan karakteristik tekun (resilient) seringkali dianggap sebagai role model. Individu ini cenderung adaptif dan memiliki kinerja tinggi sehingga cenderung lebih sukses dalam pengelolaan keuangan.

Karakter individu lainnya adalah pengambil risiko (under controlled) cenderung mengambil keputusan tanpa pertimbangan panjang (impulsive) dan berani mengambil risiko. Individu ini biasanya memiliki kapasitas dalam menghasilkan pendapatan, tetapi sulit mempertahankannya secara konsisten.

Sementara itu, karakter individu yang terakhir adalah dengan karakterisik takut risiko (over controlled) yang cenderung mudah cemas dan menghindari risiko. Individu seperti ini cenderung memiliki pendapatan yang stabil, tetapi perkembangan keuangan terbatas.

Profil individu pertama dan kedua yang telah diuraikan, sama-sama memiliki potensi untuk memiliki prospek pendapatan yang terus berkembang. Meskipun demikian, mekanisme untuk mendorong pengelolaan keuangan yang optimal antara keduanya berbeda.

Profil individu yang tekun lebih perlu difasilitasi dengan informasi penyeimbangan orientasi kerja dengan aspek kesejahteraan yang lebih luas, sementara profil individu pengambil risiko lebih perlu difasilitasi dengan upaya-upaya untuk mendorong pengendalian risiko.


Di sisi lain, individu dengan profil takut risiko perlu didorong untuk lebih berani mengambil peluang berikut risikonya, agar lebih mampu meningkatkan perolehan pendapatannya.
 

Pendidikan Keuangan

Dengan melihat perbedaan setiap karakteristik, maka edukasi keuangan yang lebih memperhatikan tipikal kepribadian individu, perlu diwujudkan. Dalam hal ini, model pendampingan dalam edukasi keuangan berpotensi menjadi lebih efektif ketika memperhatikkan profil kepribadian setiap individu.

Bagi individu dengan profil tekun, pendampingan perlu berfokus pada optimalisasi karakter positif dan peluang penciptaan pendapatan yang lebih luas, bukan lagi edukasi dasar. Selain itu, perlu upaya untuk mendorong penciptaan keseimbangan antara bekerja (work) dan rekreasi (leisure).

Baig individu dengan proful terlalu berani mengambil risiko, upaya pendampingan bisa diarahkan pada penguatan disiplin dan kontrol diri melalui sistem pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur semisal auto saving, auto debet, maupun alat bantu penganggaran lainnya.

Kelompok individu seperti ini juga perlu dibekali dengan edukasi pengelolaan risiko untuk mengendalikan perilaku yang minim pertimbangan, baik dalam konteks konsumsi dan investasi, demi mencapai kesejahteraan jangka panjang.

Sementara itu, pada individu dengan profil takut risiko, pendampingan perlu berfokus pada pembangunan kepercayaan diri dalam menghadapi risiko, misalnya melalui edukasi bertahap, simulasi investasi, serta dukungan personal yang membantu individu keluar dari sikap terlalu konservatif.

Jadi, kira-kira, Be-emers masuk karakteristik yang mana nich?







---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung