Anti Toxic, Ini 5 Jurus Membangun Tim Fashion yang Solid

ilustrasi tim yang kompak. (sumber : freepik)

ilustrasi tim yang kompak. (sumber : freepik)


Punya Tim yang solid tentu impian semua orang. Termasuk dalam bisnis fashion. Apalagi kamu tengah memulai membangun brand usahamu.

Selain produk yang kuat, tim merupakan bagian dari motor penggerak utama roda bisnis. Perannya cukup sentral dalam pengembangan bisnis.

Tim yang baik akan mempercepat pertumbuhan usahamu. Berbagai tantangan dan rintangan bisnis bisa dipecahkan bersama, beban menjadi ringan dan ujungnya usaha berkembang pesat.

Demikian juga sebaliknya. Bayangkan saja jika kamu punya tim dengan komposisi yang cukup besar tapi kinerjanya tidak maksimal. Produktifitas rendah dan yang ada hanyalah toxic. Lama–kelamaan toxic itu kian menggerogoti performance perusahaan.

Kamu tentu bakal merugi. Tiap bulan keluar biaya untuk gaji karyawan tapi tak sebanding dengan pendapatan. Lama kelamaan usahamu bakal gulung tikar.


Karena itu membangun tim yang solid adalah hal penting dalam menjalani usaha. Termasuk dalam hal ini bisnis fashion.
 

Tips Membangun Tim yang Solid untuk Pelaku Bisnis Fashion!

Nah, artikel berikut akan membahas seputar tips atau jurus dalam membangun tim yang solid. Mudah- mudahan bisa membantumu dalam menjalani usaha. Berikut jurus-jururnya.
 

1. Kesatuan Visi dan Misi

Pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyatukan visi dan misi dalam tim. Visi adalah cita-cita besar yang ingin dicapai organisasi atau perusahaanmu. Sementara misi adalah beberapa capaian turunan dalam mencapai visi besar itu. Visi ini perlu ditetapkan dengan jelas agar mudah dipahami dan melekat di semua SDM.

Visi dan Misi ini tidak hanya perlu diketahui seluruh anggota tim. Tapi semuanya perlu sepakat dan memahaminya. Artinya visi dan misi tim adalah yang perlu diutamakan di atas kepentingan pribadi saat berada dalam perusahan.

Visi dan misi ini harus dijunjung oleh semua SDM termasuk para petinggi dalam perusahaan atau tim. Visi dan misi ini yang menyatukan gerak. Jangan sampai ada SDM yang bergerak di luar arah perusahaan.

Misalnya perusahaan ingin menjadi raja fashion muslimah di Indonesia. Lalu ada satu SDM yang justru sibuk membuat produk pakaian renang.

Atau SDM yang hanya menjalani rutinitas pribadi tanpa memperhatikan arahan dan target perusahaan.  Model SDM semacam ini perlu dibina. Karena bakal menjadi bibit toxic perusahaan.

Karena itu, visi dan misi perusahaan ini jadi penting. Kamu perlu merancang dan menetapkan sedari awal membangun usahamu. Lalu kamu tanamkan kepada seluruh SDM-mu.
 

2. SDM Ahli di Tempat yang Tepat

Jurus berikutnya yang wajib kamu perhatikan adalah keahlian SDM. The right man on the right place adalah filosofi yang juga berlaku dalam bisnis. Artinya menempatkan orang yang tepat dalam posisi yang tepat.

Hal ini penting untuk mendongkrak produktifitas SDM dan unit-unit organisasimu. Contohnya, tugas pemasaran digital perlu diisi atau diberikan kepada SDM yang menguasai teknologi kekinian. Ia akan lihai dalam mengolah konten-konten pemasaran produk dengan berbagai media yang ada.

Jangan justru diisi oleh orang yang gagap teknologi (gaptek). Atau diisi generasi tua yang cenderung kaku. Pemasaran digital akan lebih cocok diisi oleh anak muda atau Gen-Z. Mereka lebih akrab dengan teknologi kekinian.

Karena itu merekrut orang yang ahli dibidangnya adalah penting. Dalam membentuk tim, kamu tentunya perlu memilih anggota tim yang tepat.