OOTD Hemat dengan Thrifting, Ini yang Mesti Kamu Perhatikan!

ilustrasi fashion harian (sumber : foto pribadi)

ilustrasi fashion harian (sumber : foto pribadi)


Penampilan adalah penting. Apalagi kamu yang biasa bersosialisasi dengan banyak orang. Misalnya seorang public speaker, pengajar, hingga pebisnis muda.

Namun ada kondisinya kamu dihadapkan situasi ekonomi sulit. Pengeluaran perlu ditekan, seperti situasi gejolak ekonomi global seperti saat ini. Lalu bagaimana kamu mensiasati penampilan sehari-harimu?

Nah, siapa bilang tampil keren itu harus mahal. Siapa bilang harus pakai barang branded keluaran baru yang harganya selangit.

Ada solusi cerdik yang bisa kamu terapkan. Yakni dengan thrifting, yaitu belanja barang bekas berkualitas.

Dalam artikel kali ini, kami akan mengajakmu belajar thrifting. Yakni belanja cerdas dan hemat. Atau menemukan barang berkualitas dengan harga gorengan.
 

Persiapan Sebelum Berburu

Pembaca yang budiman, kesempatan kali ini akan difokuskan pada thrifting di pasar secara langsung ya. Bukan pada thrifting dengan e-commerce. Dua medan tempur itu memiliki strategi yang berbeda.



1. Pilih Lokasi yang Tepat

Sebelum berangkat, kamu tentu perlu mencari lokasi thrifting yang tepat. Kamu bisa mendatangi pusat-pusat thrifting di kotamu.

Bisa dalam bentuk toko atau pasar yang memang menjadi pusat thrifting. Karena di beberapa daerah memang ada pasar yang menjadi pusat thrifting.

Contohnya adalah Pasar Cimol Gedebage di Kota Bandung. Pasar di Jalan Soekarno Hatta ada ribuan pedagang thrifting.
 

2. Waktu yang Tepat 

Sebaiknya kamu memilih waktu yang tepat saat hendak berburu. Menurut kami, waktu terbaik adalah saat  penjual atau toko “bongkar karung”.

Itu jadi waktu emas. Karena barang baru tengah datang dan siap diburu. Thrifting butuh kecepatan. Bisa jadi ada “harta karun” dari bongkar karung tersebut.


3. Amunisi 

Menurut penulis, kamu lebih baik menyiapkan uang tunai. Karena belum tentu semua penjual melayani transaksi digital. Kemudian kamu sebaiknya juga bawa masker. Itu jadi penting karena potensi debu dan kuman di baju bekas. Selain itu, kamu juga perlu pakai baju yang simpel.

Tujuannya agar kamu juga bisa mencoba baju di tempat. Tidak semua pedagang thrifting menyediakan ruang ganti yang nyaman, bahkan bisa tidak ada.