Keringat Mengucur, Saldo Terukur: 4 Panduan Belanja OOTD Olahraga yang Manjur

Memilih OOTD Olahraga, Sumber Gambar: Editing Pribadi

Memilih OOTD Olahraga, Sumber Gambar: Editing Pribadi


Sejak masih sekolah, entah di sekolah dasar maupun menengah, kita sudah dikenalkan dengan yang namanya olahraga.

Bahkan, ini menjadi pelajaran wajib dalam setiap pekannya. Kelulusan sekolah juga tergantung dari pelajaran yang satu ini. 

Kalau sekarang, pelajaran olahraga menjadi PJOK. Bukan dibaca POJOK, melainkan kepanjangan dari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Jadi, tidak perlu sewa jas mahal untuk mengikuti pendidikan jasmani ini. 


Melakukan Olahraga Demi Menjaga Kesehatan

Semakin dewasa, semakin kita mengerti bahwa olahraga itu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kita bisa menemukan berbagai macam artikel, video, maupun audio bahwa tubuh kita ini memang harus dirawat dengan olahraga. 

Ketika orang semakin sadar pentingnya olahraga, maka olahraga dijadikan gaya hidup. Olahraga bukan lagi dilakukan ketika ada waktu luang, yang mungkin sempit sekali, tetapi juga benar-benar ada waktu khusus. 

Olahraga memang ada waktunya. Biasanya memang pagi atau sore hari. Asal jangan tengah hari, karena itu malah menambah penyakit. Bukan pula di tengah malam, karena kalau itu adalah pencuri yang berlari menghindari kejaran warga! 


Banyak memang jenis olahraga. Ada yang terbilang murah, misalnya jalan kaki. Meskipun jalan kaki ini juga termasuk mahal juga jika mau jalan kaki saja harus ke luar negeri. Atau bahkan saking kayanya harus sampai ke Planet Mars. Padahal, ada yang lebih dekat dan murah, yaitu: marsmallow. 

Berbagai jenis olahraga seperti: jalan kaki, bersepeda, berenang, sepakbola, basket, tenis, bulutangkis, sampai dengan bola voli. Khusus voli ini, yang seringnya memicu masalah rumah tangga, namanya voligami. 

Lalu, apakah ketika olahraga harus dengan pakaian khusus? Saya jawab, padahal saya tanya sendiri barusan: Iya, benar, ketika melakukan olahraga mesti dengan pakaian khusus. 

Akan terlihat lucu ketika olahraga dengan setelan jas, seragam kantor, atau malah piyama. Demikian pula dengan perempuan. Olahraga kok pakai daster? Robek-robek lagi. Sama sekali tidak masuk, Pak Eko! 

Olahraga dengan pakaian atau outfit yang pas akan membuat badan bergerak lebih nyaman. Selain itu, bisa menyerap keringat lebih banyak. Ingat, ini yang diserap adalah keringat sendiri, tidak perlu sampai keringat orang lain. 

Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah penampilan kita. Ketika berolahraga di luar dan dilihat banyak orang, maka perlu juga dong kita tetap terlihat menarik, tidak norak, tidak bikin malu, dan tidak mencemarkan nama baik orang tua, keluarga, hingga nenek moyang!

Hal yang paling utama diingat dalam memilih outfit olahraga adalah menutup aurat. Bagi perempuan, auratnya adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Sedangkan bagi laki-laki adalah pusar hingga lutut. 

Khusus yang laki-laki, masih sangat banyak yang outfit olahraganya celana pendek. Terlihat pahanya, padahal paha itu termasuk aurat bagi laki-laki. 

Begitu juga dengan yang perempuan. Selain tidak memakai jilbab, outfitnya pun ketat hingga menampakkan lekuk tubuh. Bagi yang berjilbab, malah menjadi bully tersendiri, jika divideokan di media sosial. Sebagian warganet akan menghujat penampilan semacam itu. 


Panduan Memilih Outfit Olahraga

Agar dapat menentukan outfit olahraga yang tepat memang tidak bisa sembarangan. Dibutuhkan panduan, trik, strategi, rumus, teori, analisis, hingga konspirasi pemikiran yang jitu. Ini bahas apa, sih, sebenarnya kok sampai konspirasi?

Bukannya konspirasi itu tempat simpan-pinjam, dan ada anggotanya tersebar di desa-desa itu, ya? 
 

1. Pilih Bahan Outfit yang Bisa "Bernapas" (Moisture-Wicking)

Seperti tadi yang saya tulis di atas, bahan outfit olahraga mestinya memang mampu menyerap keringat. Jangan sampai keringat mengucur, bahkan mungkin sampai bikin banjir lokal, tetapi outfitnya malah jadi berat dan bikin gerah.

Dalam mencari outfit olahraga, usahakan cari bahan seperti polyester atau nylon blend yang memang cepat kering. Tujuannya agar tetap nyaman saat latihan olahraga yang intens.
 

2. Kalau Ukurannya Pas, Gerakan Jadi Lentur

Biasanya, pakaian atau outfit olahraga memang cenderung ketat. Namun, jangan juga terlalu ketat sampai tidak bisa bernapas, lalu minta napas buatan dari orang lain, terutama lawan jenis. Wah, kesempatan tuh! Maksudnya yang dimaksud lawan jenis di sini adalah istrinya sendiri. 

Outfit olahraga juga jangan terlalu longgar, jangan sampai nanti tersangkut di alat gym. Outfit olahraga yang lentur akan mendukung performa olahraga. Selain itu, dapat menonjolkan postur tubuh dengan lebih baik. Sixpack atau onepack ya, Be-emers? 
 

3. Jangan Lupa, Investasi Juga pada Sepatu

Ada orang yang membeli sepatu olahraga mahal. Sebenarnya, hal itu bisa-bisa saja, bahkan sangat perlu. Sepatu ini urusannya memang penting karena berkaitan dengan kesehatan sendi dan kaki.

Jangan pelit untuk membeli sepatu yang berkualitas daripada harus keluar biaya berobat karena cedera. Usahakan satu sepatu tidak untuk semua olahraga. Ada sepatu khusus untuk lari, training, sepakbola, maupun basket.
 

4. Tidak Ada Salahnya Memanfaatkan Diskon di Momen Spesial

Mengingat pelajaran Ekonomi waktu sekolah, kalau tidak salah, ada yang namanya prinsip ekonomi. Bunyinya: melakukan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya. 

Nah, dari prinsip tersebut, berburu diskon boleh-boleh saja. Sebab, itu adalah kebijakan khusus dari si pemilik bisnis. Mungkin kucingnya sedang berulang tahun atau habis melahirkan, makanya ada diskon sebesar jumlah anak kucing tersebut. 

Atau, bisa jadi si pemilik bisnis outfit olahraga itu habis menikah lagi, sementara istrinya yang pertama masih ada. Wah, ini termasuk momen sangat langka dan mungkin cuma sekali terjadi sejak zaman Dinosaurus!
 

5. Lengkapi dengan Aksesori Fungsional (Smartwatch & Botol Minum)

Olahraga juga butuh yang namanya teknologi. OOTD olahraga perlu dilengkapi dengan aksesoris yang mendukung pelacakan progres olahraga. Misalnya, smartwatch.

Data olahraga Be-emers perlu terpantau secara rutin dan konsisten. Data-data tersebut dapat dievaluasi setiap hari, bahkan dipantau maupun dimusyawarahkan, dirapatkan, mungkin dengan rapat warga. Pengukur semacam smartwatch itu atau bisa juga dari aplikasi di HP dapat menampilkan data yang cukup valid.

Oh, ya, perlu juga botol minum atau tumbler yang estetik. Saat olahraga, tubuh Be-emers mesti tetap terhidrasi, tetapi tanpa perlu sering beli minuman kemasan agar lebih hemat saldo.

Tentu saja, membawa tumbler lebih praktis daripada harus membawa galon ke mana-mana bukan? Meskipun, yah, bisa dibilang badan berotot, tetapi tidak sampai seribet itu ya toh?