Join Membership: Berbiaya atau Tidak, Pilihlah Sesuai Kebutuhanmu

Gambar alat gym oleh hi room by pexels.com

Gambar alat gym oleh hi room by pexels.com

Mentari masih belum tegak berdiri saat seorang ibu berjalan menyusuri jalanan yang hendak dituju. Dia berhenti di sebuah pintu rumah, lalu mengetuknya.

Suasana pagi sedikit berubah saat suara seseorang menjawab salam dari balik pintu. Rupanya, seorang telah berdiri siap dengan celana traning dan atasan kaos longgar.
 
Wak Sar namanya, dia seorang wanita yang mulai memasuki usia 60 tahun. Usia memang sudah tua. Uban dirambutnya sudah mulai menutupi rambutnya yang hitam, tetapi semangatnya untuk menjalani hidup tidak setua usianya. Dia menjadi sosok penyemangat para pemuda-pemudi di perumahan.
 
Berdua dengan seorang teman tadi, dia mencoba mengetuk pintu tetangganya yang lain. Ajakannya kali itu disambut oleh beberapa ibu perumahan.

Setelan mereka sama, celana traning dan atasan kaos panjang. Setelah berkumpul, mereka akhirnya berjalan. Perjalanan yang cukup melelahkan bagi yang tidak terbiasa berjalan, tetapi tidak bagi wak Sar dan teman-teman.
 
Pagi itu perjalanan wak Sar dan teman-teman menuju sebuah rumah pejabat yang biasa melakukan kegiatan sosial. Kegiatan yang membuat para warga sekitar berkumpul dengan pakaian yang sama, celana traning dan baju kaos panjang.
 
Musik mulai terdengar di telinga. Riuh reda para peserta tidak bisa ditolak meskipun suara itu terasa seperti polusi di telinga. Para pemandu kegiatan mulai berbicara di atas panggung yang hanya berukuran 2x3 m itu. 
 
Para peserta yang datang disuguhkan teh hangat dan camilan ringan sebagai kudapan pagi. Beberapa orang telah duduk menyantapnya dan wak Sar mengajak teman-temannya melakukan hal yang sama. Mereka duduk di pelataran rumah besar yang ada tamannya.
 
Tak berapa lama berselang, musik mulai berubah. Pemandu acara mulai memanggil peserta untuk berkumpul di halaman besar nan asri itu. Setiap orang berbaris mengikuti aturan sang pemandu.
 
Musik diganti dan aba-aba 'mulai' membuat para peserta yang masih belum menyelesaikan kudapannya berhenti seketika. Wak Sar dan teman-teman langsung menuju barisan yang masih kosong. Mereka mengikuti arahan orang yang ada atas pangung.
 
Gerakan ke kanan kiri dengan ketukan 8 kali setiap gerakan membuat suasana halaman itu menjadi berbeda. Setiap orang bergerak. Wak Sar ikut bergerak. Malah gerakannya lebih lincah dari wanita yang masih muda darinya. Hari itu semua warga wanita dan beberapa pria senam membugarkan tubuh.
 
Kisah wak Sar ini adalah kisah nyata yang terjadi di sekitar saya. Mungkin teman-teman juga pernah mengalami kejadian yang sama? Ya, senam adalah olahraga yang sering dilakukan di tempat kami. Biasanya setiap pekan olahraga ini dilakukan oleh para ibu perumahan.