Tren Olahraga Meningkat! Murni Kesadaran Diri atau Fomo Milenial dan Gen Z?

Meningkatnya tren olahraga di kalangan masyarakat (Sumber gambar: Freepik.com)

Meningkatnya tren olahraga di kalangan masyarakat (Sumber gambar: Freepik.com)


Salah satu tempat 'mengerikan' untuk dikunjungi adalah tempat yang sama di mana penulis berkata, "Saya mau daftar jadi member di sini." 

Be-emers, apakah kalian seperti penulis, pernah merasa takut masuk ke tempat fitness atau gym? Merasa malu dan bingung akan menggunakan alat apa nantinya? Juga beragam rasa yang membuatmu enggan masuk ke sana.

Namun, tidak dapat dipungkiri, unggahan-unggahan bernuansa olahraga  cukup banyak menarik penulis untuk ikut melakukannya. Salah satunya adalah mengunjungi tempat fitness yang dipenuhi alat-alat olahraga yang entah apa namanya. 

Saat itu penulis memberanikan diri untuk datang ke tempat gym bersama dua orang teman. Di luar dugaan, di dalam ruangan khusus wanita itu, ternyata cukup ramai pengunjung dengan berbagai macam kalangan, mulai dari remaja hingga ibu-ibu menjelang paruh baya.

Apakah fenomena ini sekadar tren untuk bergaya di media sosial, ataukah memang benar kesadaran masyarakat akhir-akhir ini meningkat?


Peningkatan Tren Olahraga

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Garmin melalui Garmin Connect Data Report 2025, aktivitas fisik global penggunanya meningkat sebanyak 8 persen dari tahun sebelumnya.


Aktivitas teratas yang dilakukan yaitu jalan kaki, lari, bersepeda, strength training, hingga indoor cardio. 

Data laporan pengguna di Indonesia menunjukkan bahwa aktivitas lari, jalan kaki dan strength training menjadi aktivitas favorit.

Bahkan terdapat peningkatan rata-rata langkah per hari hingga 8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


Apakah Ketakutan (Fear) Membuat Orang Rajin Berolahraga?

Rasa takut akan terserang penyakit jika tetap mempertahankan gaya hidup yang buruk hanya menjadi pemicu awal bagi orang untuk berolahraga, bukan menjadikannya konsisten.

Namun, yang membuat orang konsisten berolahraga adalah gabungan dari lingkungan yang mendukung, informasi tentang kesehatan yang ada di media sosial, perkembangan teknologi, serta motivasi dalam diri.

Misalnya, jika kamu merasa sudah obesitas, maka motivasi untuk memiliki berat badan ideal adalah hal yang membuatmu tetap konsisten berolahraga.