Join komunitas olahraga, sumber gambar: editing pribadi
Hari ini sudah olahraga apa, Be-emers? Konon, olahraga yang paling enak itu adalah olahraga mulut. Hal ini terasa makin nikmat saat mengunyah makanan favorit, ditraktir lagi, jadi jauh lebih irit. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?
Jika olahraga sudah menjadi kebiasaan rutinmu, maka itu adalah perkembangan hidup yang bagus. Semoga itu jadi usahamu untuk jadi lebih sehat dari hari ke hari. Dari Hari Susilo ke Hari Kurniawan. Keduanya memang tidak saya kenal sama sekali.
Betapa banyak anak muda semacam kita yang masih berkutat dengan kebiasaan yang sangat tidak sehat. Makan sembarangan, sering minum minuman kekinian yang tinggi gula.
Masih ditambah dengan begadang malam dan siang, malas gerak alias mager, bahkan masih dicengkeram oleh kebiasaan merokok. Weleh, weleh, weleh.
Padahal, tubuh yang masih muda ini 'kan memang amanah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Amanah itu harus dijaga, sedangkan Aminah yang menjaga adalah suaminya, teman saya sendiri.
Terus, ketika olahraga itu sudah mendarah daging ke dalam keseharian kita, apa yang kita lakukan selanjutnya? Bagaimana menjaga motivasi agar olahraga ini jangan sampai berhenti di tengah jalan?
Kalau berhenti sebentar karena istirahat, itu masih mending. Namun, jika berhenti karena sudah penat, maka nantinya konsekuensi yang diterima akan jadi berat.
Tujuan Olahraga Berpengaruh pada Budget
Agar motivasi Be-emers tidak melempem, kendor, dan meletus seperti balon hijau "dor", sekaligus menjaga budget agar tidak jadi kaget, maka harus ditentukan dulu tujuan olahraganya. Coba tanya ke diri Be-emers sendiri, olahraga yang selama ini dilakukan apakah mau menurunkan berat badan? Tentu yang dimaksud di sini bukan menurunkan berat badan dari perut ke betis, melainkan memang berat badan secara keseluruhan.
Apakah olahraga yang kamu lakukan untuk membangun massa otot? Menjaga kebugaran? Atau, tujuan lainnya seperti mencari komunitas olahraga?
Jika tujuan kamu cuma ingin agar aktif bergerak, maka olahraga dengan jalan kaki, jogging, workout di rumah sudah mencukupi. Namun, jika punya target spesifik, nah ini, barulah mempertimbangkan untuk gym atau kelas jenis olahraga tertentu.
Saat Uang pun Ikut Berolahraga
Bila uang kamu cuma diam di dompet, maka itu berarti dia sedang mengalami mager. Namun, jika sudah ke luar dari tempat peraduannya yang hangat dan nyaman, maka saatnya uang kamu bergerak, bahkan berolahraga karena berpindah tangan, menempuh jarak tertentu. Perlu diingat Be-emers, jangan sampai budget kamu sudah jalan atau lari duluan, padahal tujuan olahraga kamu ternyata masih jalan di tempat, ditambah perintah, "Istirahat di tempat, grak!"
Mengeluarkan budget demi kesehatan, salah satunya adalah dengan ikut komunitas olahraga. Kamu bisa ambil membership gym. Bisa juga ikut kelas-kelas semacam yoga maupun pilates.
Apakah membership maupun kelas-kelas begitu mahal? Apakah sampai perlu menjual rumah? Bahkan rumah tetangga pun ikut dijual? Oh, ini terlalu berlebihan. Budget untuk olahraga tetap harus menyesuaikan kemampuan kita, dong!
Pertama, kamu perlu memisahkan budget kesehatan, yang dalam hal ini adalah olahraga berbayar itu. Anggap saja olahraga ini sebagai pos khusus.
Kalau sudah dialokasikan khusus, maka ambil 5 sampai 10 persen dari penghasilan untuk kesehatan maupun olahraga ini. Kamu boleh pakai untuk membership gym, mendaftar lomba atau event lari.
Kedua, kamu bisa juga membeli alat olahraga, meskipun kuantitas dan kualitasnya tidak seperti di tempat gym. Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah melengkapi diri dengan suplemen kesehatan. Boleh yang produk kimia, boleh juga yang herbal.
Budget yang dipisahkan ini tujuannya agar tidak tercampur dengan budget kamu yang lain, nongkrong misalnya. Atau juga jalan-jalan menikmati hiburan di luar, seperti nonton layar tancap. Eh, memangnya masih ada?
Setelah kedua, tentu saja ketiga, mahasiswa S3 saja tahu. Yang ketiga adalah prioritaskan yang paling dipakai saja. Jangan langsung mau diborong semua. Itu bisa bikin dompet pingsan berjamaah.
Antara gym, yoga, pilates, maupun sepatu baru dan smartwatch untuk olahraga, mana yang kamu pilih duluan? Atau kamu lebih pilih dia, teman sekolah kamu itu? Eits, ini malah bicara jodoh.
Dari sekian banyak pilihan olahraga, pilih 1 atau 2 aktivitas utama. Fokus di situ. Contohnya: gym ditambah lari. Boleh juga yoga dengan tambahan berenang.
Keempat, jika memang semangatmu untuk berolahraga cukup tinggi, maka bisa kamu putuskan ikut dalam membership olahraga. Khusus yang keempat ini, akan dibahas khusus. Sebab, perkaranya termasuk penting, genting, dan kadang bisa bikin pusing. Ingat, ingat, ting!
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.