7 Cara Mudah Memanfaatkan Tabel Informasi Gizi pada Label Makanan untuk Hidup Lebih Sehat

7 Cara Mudah Memanfaatkan Tabel Informasi Gizi pada Label Makanan untuk Hidup Lebih Sehat. Sumber Gambar Adobe Express

7 Cara Mudah Memanfaatkan Tabel Informasi Gizi pada Label Makanan untuk Hidup Lebih Sehat. Sumber Gambar Adobe Express

Be-emers, tabel komposisi dan Tabel Informasi Gizi bukan hanya pemanis kemasan. Lebih dari itu, tabel ini merupakan panduan bagi pelanggan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, menghindari konsumsi berlebihan, dan menjauhkan diri dari bahaya kesehatan. 
 
Bagi ibu hamil dan menyusui, atau pemilik alergi tertentu, membaca label nutrisi merupakan hal yang penting. Misalnya, untuk mendeteksi kandungan protein pemicu alergi tertentu atau menghindari pemanis buatan yang berbahaya.
 
Be-emers berikut adalah 7 cara praktis memanfaatkan informasi Tabel Informasi Gizi pada label makanan untuk meningkatkan kualitas kesehatan.
 

7 Cara Mudah Memanfaatkan Tabel Informasi Gizi pada Label Makanan untuk Hidup Lebih Sehat

Berikut adalah 7 cara membaca informasi gizi pada label makanan supaya kamu hidup lebih sehat:
 

1. Fokus pada Batas Gula, Garam, dan Lemak

Meskipun bukan penentu utama, tetapi kesehatan kita juga bergantung pada asupan Gula, Garam, dan Lemak (GGL). Tab Informasi Gizi membantu kita mengetahui jumlah GGL yang telah kita asup di hari itu dan upaya kita selanjutnya.
 
Satu porsi mie instan saja bisa memenuhi kebutuhan harian garam kita hingga 57%. Jika kita hari itu mengonsumsi dua porsi mie instan kita sudah kelebihan garam sebanyak 14 %. Tidak ada ruang lagi untuk makanan asin lain.
 
Jadi sebaiknya jika di pagi itu kita sudah konsumsi mie instan, maka sisa hari di hari itu kita memilih menu makanan dengan kadar garam yang lebih rendah. Hal yang sama juga berlaku untuk konsumsi gula dan lemak jenuh. 
 

2. Tidak Terkecoh dengan Kandungan Nutrisi

Jika kita baca detail nutrisi per sajian, rata-rata jumlahnya kecil dan belum memenuhi tetap lebih kecil daripada Angka Kecukupan Gizi (AKG).
 
Daripada Be-emers pusing menghitung dan menjumlahkan angka kecil setiap mengonsumsi makanan tersebut, lebih baik Be-emers fokus untuk menambah konsumsi makanan kompleks dan segar seperti nasi, telur, buah, dan sayur untuk memenuhi kekurangan nutrisi dari makanan dalam kemasan.