Batasan Media Sosial! Ini yang Orang Tua Harus Antisipasi

Membatasi penggunaan media sosial kepada anak (Sumber: Magnific)

Membatasi penggunaan media sosial kepada anak (Sumber: Magnific)


Be-emers, sadar enggak sih… sekarang anak kecil udah lebih jago scroll TikTok dibanding nyari channel TV.

Bahkan kadang, anak SD udah punya lebih dari satu akun sosial media, ngerti tren internet, sampai hafal istilah-istilah yang orang dewasa aja kadang bingung artinya.

Makanya belakangan ini, aturan soal batas usia sosial media mulai jadi pembahasan serius.

Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menerapkan pembatasan akun sosial media untuk anak di bawah usia 16 tahun di beberapa platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, X, Threads, sampai Roblox. Kebijakan ini dibuat sebagai bagian dari perlindungan anak di ruang digital. 
 
Banyak orang tua mungkin langsung mikir, “berarti anak nggak boleh main internet sama sekali dong?” 


Padahal sebenarnya bukan itu tujuan utamanya. Komdigi menjelaskan kalau aturan ini bukan untuk melarang anak mengenal teknologi, tapi untuk membatasi akses ke platform yang dianggap punya risiko tinggi terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak. 

Karena realitanya, internet sekarang nggak selalu jadi tempat yang aman buat anak-anak, mulai dari cyberbullying, konten kekerasan, paparan pornografi, sampai algoritma yang bikin anak terus-terusan scrolling tanpa sadar waktu jadi alasan kenapa aturan ini mulai diperketat.

Bahkan Komdigi menyebut banyak anak Indonesia sudah terpapar konten negatif sejak usia dini.  

Nah, di sinilah peran orang tua jadi makin penting! 

Karena jujur aja Be-emers, ngelarang anak main sosial media aja enggak cukup. Kalau cuma disuruh berhenti tanpa diajak ngobrol atau diarahkan, anak justru bisa cari cara lain diam-diam. Makanya pendekatan orang tua juga perlu berubah! 


Jangan Cuma Kasih Gadget “Biar Anak Anteng”

Ini yang sering kejadian tanpa sadar karena sibuk kerja atau capek, gadget akhirnya jadi “pengasuh kedua” buat anak. Padahal kalau terlalu sering dibiarkan tanpa pengawasan, anak bisa masuk ke konten yang nggak sesuai umur mereka.

Sesekali coba temani anak saat main gadget. Minimal tahu mereka lagi nonton apa atau suka konten seperti apa.