Label Gizi di Kemasan Terlihat Jenius, Benar Dibaca atau Hanya Pajangan?


Saatnya Indonesia Mengejar Ketertinggalan

Sementara Indonesia? Tulisannya imut, nggak menarik karena hitam putih. Sering ada produk menaruh tabel ini di belakang ujung bawah.

Menjadi jawaban kenapa orang Indonesia masih prefer ultra processed food dan makanan instan. Bukan ngga peduli, lebih tepatnya tak sempat peduli. Info gizi yang notabene penting terlalu sarat kosakata rumit. 

Mindsset masyarakat pun tetap bertahan di pola lama: pilih saja yang kemasannya menarik, harga murah, rasa enak. Gizi urusan belakangan.

Padahal, sistem BPOM sangat kuat dalam hal regulasi, keamanan, dan transparansi. Sayangnya, itu semua kalah telak dengan peer yang lebih krusial: bagaimana membuat orang benar-benar memilih hidup lebih sehat. 

Saya memimpikan nutri level Tanah Air lebih sederhana dan bikin orang tidak semakin 'rendah literasi gizi'. Bisa meniru bangsa Barat, atau mengadaptasi kearifan lokal di sini.


Dibanding angka, persentase, detail ribet; visual simpel lebih 'ngena'. Terlebih, pada dasarnya mayoritas masyarakat Indonesia lebih senang melihat visual dan dongeng.

Contoh: Indonesia dulu banyak kerajaan. Bisa juga mendesain warning sign makanan dengan mahkota kombinasi warna. Merah untuk yang garamnya tinggi, kuning masih aman, hijau aman secara kandungan. 

Saatnya industri makanan dan pemerintah lebih memerhatikan behavioral design, menjadikan label gizi kompas andal agar penikmatnya sehat.

Karena label gizi bukan soal seberapa banyak yang dijelaskan kemasan; melainkan seberapa cepat orang bisa mengambil keputusan tanpa mengorbankan kesehatan.






---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung