Halo Bisnis Muda, selamat ulang tahun yang ke-6 ya…
Melalui tulisan ini, aku ingin berbagi sebuah refleksi tentang kehadiran platform ini yang telah mengubah cara pandangku terhadap hidup.
Ini adalah kisah tentang menulis yang mampu mengubah salah satu titik rendah dalam hidupku menjadi sebuah perjalanan yang penuh makna dan bermanfaat.
Bangkit dari Titik Terendah Melalui Menulis: Catatan Ulang Tahun untuk Bisnis Muda
1. Menghadapi Krisis Hidup dan Perasaan Menjadi "Produk Gagal"
Waktu aku ketemu kamu, Bisnis Muda. Kondisiku sedang tidak baik-baik saja. Sedang krisis. Aku sedang mengalami penolakan terhadap diriku sendiri akibat dicurangi oleh orang lain dalam urusan profesional.
Selain itu aku juga merasa:
- Tidak memiliki manfaat untuk lingkungan sekitar.
- Belum memiliki prestasi yang membanggakan.
- Belum memiliki kemapanan finansial.
Singkatnya, aku memandang diriku sebagai "produk gagal". Namun, di tengah situasi yang itu, sebuah titik balik justru dimulai.
2. Mengubah Kegagalan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat
Tetapi waktu itu juga aku merasa aku punya ilmu-ilmu yang harus ku tuliskan kepada orang lain akibat dari kegagalanku tersebut.
Cara Mendeteksi Karyawan Toxic dalam Bisnis
Misalnya ketika dicurangi orang lain maka aku harus menuliskan cara-cara agar kita tidak dicurangi oleh orang lain.
Atau sebagai pemimpin atau pemilik bisnis kita harus tahu cara-cara mendeteksi karyawan yang kurang baik, meluruskannya jika bisa, atau tahu waktu untuk mengambil keputusan yang tegas agar tidak menjadi toxic dan racun di lingkungan kita.
Memahami Perbedaan Konflik Kerja dan Bullying Orang Dewasa
Bullying memang dilarang di mana-mana terutama di kalangan siswa. Tetapi banyak orang kurang peduli bullying terhadap orang dewasa. Bahkan antar-rekan profesi sejajar yang saling menjatuhkan. Dan seringkali orang-orang yang dilapori adanya bullying tersebut, lepas tangan dengan mengatakan bahwa,
“Seharusnya kita tidak baperan, seharusnya kita berlapang dada, seharusnya kita memiliki kecerdasan emosional..” dan seterusnya.
Padahal, secara definisi, konflik kerja dan bullying adalah dua hal yang berbeda:
Konflik kerja: Terjadi jika pihak yang terlibat memiliki kedudukan yang sama kuat atau sejajar, sehingga pemecahannya membutuhkan kecerdasan emosional.
Bullying atau perundungan: Terjadi jika ada ketimpangan yang nyata. Misalnya, ketika seorang pimpinan dan sekelompok rekan kerja mengeroyok satu orang individu. Ini bukan lagi masalah kegagalan mengelola emosi, melainkan tindakan intimidasi atau bullying itu sendiri.
Sebelum rasa putus asa benar-benar membuatku merasa tidak berharga, aku memutuskan untuk mulai menuangkan semua keresahan dan ilmu ini melalui artikel-artikel di Bisnis Muda.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.