Haji Mabrur
Be-emers, kita juga sering mendengar kata mabrur mengikuti gelar haji. Untuk memahami apa sebenarnya hakekat haji mabrur, dosen ini mengajak untuk melihat Surat Al-Baqarah ayat 177 yang menjelaskan apakah al-birr itu, yang merupakan kata dasar dari mabrur.Terjemahan bebasnya, menurut dia kira- kira begini: Bahwa al-birr itu bukannya diperoleh hanya karena engkau rajin menghadap atau datang ke Ka’bah, melainkan mereka yang teguh imannya kepada Allah, percaya terhadap adanya hari akhir, malaikat, kitab suci, dan para Nabi utusan Allah.
Selanjutnya, mereka senang berbagi harta kesayangannya untuk keluarga dan tetangga terdekat, anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang tengah kesulitan dalam sebuah perjalanan dijalan kebenaran, serta mereka yang datang kepadamu meminta pertolongan.
Kemudian, mereka itu juga setia menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, selalu menepati janji, dan sabar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan cobaan hidup. Mereka itulah orang yang benar, yang memperoleh kebajikan (mabrur), dan mereka tergolong orang-orang yang takwa.
Dalam ayat di atas, terangnya, orang memperoleh al-birr atau mereka yang tergolong mabrur adalah yang senantiasa sabar, ulet, gigih menghadapi berbagai cobaan hidup. Menurutnya, kemabruran itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari pasca ibadah haji. Jadi kemabruran itu buah yang akan tumbuh dan dilihat setelah haji.
Haji yang mabrur, ucapnya, semestinya membawa pada hidup yang mabrur, karena pesan dasar ibadah haji melekat pada kehidupan itu sendiri. Semua adegan dan rangkaian ibadah melambangkan dan sekaligus menyampaikan pesan hidup secara total.
Haji adalah drama hidup dan revitalisasi filsafat hidup yang cenderung terlupakan oleh rutinitas sehari-hari.
Dengan demikian, lanjutnya, gelar dan makna haji mabrur menurut Alquran, yang mabrur tidak hanya ibadah haji. Semua ibadah, kata dia, mestinya juga mabrur kalau kita melakukan dengan penuh keikhlasan, memahami makna dan pesan yang dikandungnya, serta melaksanakan pesan-pesannya.
“Adapun haji memiliki tempat istimewa antara lain memerlukan perjuangan berat. Bahkan sekarang daftar antre sampai belasan tahun. Oleh karena itu haji yang mabrur merupakan puncak prestasi dari bangunan dan tumpukan batu bata amal saleh sebelumnya wallahu Alam,” tutupnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.