Memulai Bisnis vs Kerja Paruh Waktu, Mana yang Lebih Efektif Bagi Mahasiswa?

Menjadi mahasiswa mandiri dengan mengikuti perkuliahan dan mulai bekerja (Sumber gambar: digination.id)

Menjadi mahasiswa mandiri dengan mengikuti perkuliahan dan mulai bekerja (Sumber gambar: digination.id)

Like
Sebagai mahasiswa, tentunya kita memiliki tugas utama yaitu mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik. Kegiatan mahasiwa dalam perkuliahan biasanya meliputi tugas, kelas mata kuliah, praktikum, hingga kegiatan organisasi. Tingkat kesibukan kegiatan perkuliahan pun biasanya tergantung pada jurusan yang dipilih.

Namun, disamping kesibukan kegiatan sebagai mahasiswa, tak sedikit pula mahasiswa yang turut ingin mencari uang tambahan untuk kehidupan sehari-hari. Alasannya, karena mahasiswa sudah terbilang cukup dewasa untuk dapat hidup mandiri.

Sehingga, banyak mahasiswa yang suda mulai membiasakan hidup mandiri, seperti dengan tinggal jauh dari keluarga hingga berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mulai mencari uang sendiri.

Dalam kehidupan mahasiswa, cara mendapatkan uang biasanya diperoleh dari memulai bisnis ataupun mengikuti kerja paruh waktu. Kedua cara tersebut banyak menjadi pilihan mahasiswa karena dianggap paling cocok dengan kondisi kegiatan perkuliahan yang juga harus mereka jalani.

Namun, dengan memulai bisnis atau mengikuti kerja peruh waktu, manakah yang cara yang lebih efektif untuk diikuti sebagai seorang mahasiswa? Mari kita bahas!

Memulai Bisnis
Memulai suatu bisnis biasanya dipilih oleh mahasiswa karena pekerjaan ini dapat dilakukan sendiri atau secara individu. Bisnis yang dilakukan sendiri pun sebenarnya dapat dijalankan kapan saja dan dimana saja, seperti saat dirumah dan saat waktu luang.

Bisnis pribadi juga memiliki waktu yang lebih fleksibel, sehingga dapat kita lakukan pada saat yang kita inginkan. Dengan memulai bisnis sendiri juga mahasiswa akan mendapatkan keuntungan pribadi secara langsung. Selain itu, dengan berbisnis sejak dini maka hal tersebut dapat dilanjutkan hingga jangka panjang. Terlebih sebagai mahasiswa biasanya lebih banyak memunculkan ide baru dan dapat berpikir dengan kritis dan kreatif.

Ide bisnis yang dimunculkan dan dilakukan sebenarnya dapat berasal dari hobi atau kesukaan pribadi. Bisnis biasanya yang dirintis oleh mahasiswa dapat berupa usaha makanan & minuman, fashion dan aksesoris, menjual barang yang sedang tren, dan masih banyak lagi. Selain itu, bisnis sederhana yang dimiliki pun pastinya masih dapat dikembangkan lagi kedepannya, seperti dengan mamasukkan unsur teknologi didalamnya agar dapat lebih berkembang.

Pada dasarnya, memulai bisnis bagi mahasiswa pun juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan tersebut meliputi mahasiswa yang harus memiliki modal bisnis terlebih dahulu, kerugian dapat dialami jika bisnis tidak berjalan dengan baik, hingga bisnis yang tidak bertahan lama jika tidak dikelola dengan baik.

Namun, hal tersebut masih dapat diatasi, seperti dengan meminjam modal bisnis terlebih dahulu jika belum memilikinya, memaksimalkan bisnis dari awal dengan mematangkan konsep dan ide usaha, dan mempertimbangkan ide bisnis yang dapat terus berkembang sehingga tidak berhenti ditengah jalan.

Mengikuti Kerja Paruh Waktu
Mengikuti kerja paruh waktu sepertinya banyak menjadi pilihan mahasiswa saat ini. Pasalnya, dengan mengikuti kerja paruh waktu, mahasiswa akan mendapatkan uang dengan pasti atau gaji setiap bulannya. Sehingga, hal tersebut akan meminimalisir adanya kerugian untuk tidak mendapatkan uang bagi mahasiswa.

Mengikuti kerja paruh waktu juga dapat menambah relasi mahasiswa dengan pihak lain, seperti dengan pihak tempat mereka bekerja maupun dengan pelanggan  dari toko mereka. Dengan bekerja paruh waktu pun mahasiswa akan mendapat pengalaman dan pembelajaran baru, seperti melatih bekerja sama, bekerja dibawah tekanan, hingga mendapatkan ilmu khusus dari pekerjaan tersebut.

Namun, dibalik keuntungan mengikuti kerja paruh waktu tersebut, terdapat pula kekurangan yang dapat mahasiswa alami. Kekurangan tersebut seperti lingkungan kerja yang kurang cocok dengan mereka, waktu bekerja yang kurang fleksibel dengan kegiatan perkuliahan, hingga pendapatan atau uang yang didapatkan cenderung monoton setiap bulannya.

Selain itu, jika mengikuti kerja paruh waktu, mahasiswa harus langsung datang ke tempat mereka bekerja dan tidak dapat dilakukan dari rumah atau tempat lain.

Oleh karena itu, dari kedua hal diatas, dapat disimpulkan mengenai pekerjaan yang lebih efektif untuk dijalani sebagai seorang mahasiswa. Dari pemaparan atas kelebihan dan kekurangannya, dapat disimpulkan bahwa memulai bisnis lebih efektif jika dilakukan oleh mahasiswa.

Alasan yang paling utama karena bisnis dapat dilakukan hingga jangka panjang bahkan sampai selesai masa perkuliahan. Namun, kedua pekerjaan tersebut tetaplah menjadi cara yang baik dan digemari oleh mahasiswa saat ini.

Oleh sebab itu, sah saja bagi mahasiswa untuk memilih pekerjaan yang mereka inginkan, pastinya dengan menyesuaikan kepada pribadi masing-masing.