Penjualan Mobil Listrik Melonjak di China & Eropa, Cuan Tesla Malah Enggak Sesuai Ekspektasi?

Elon Musk - Image: Instagram Elon Musk

Elon Musk - Image: Instagram Elon Musk

 

Respon Elon Musk

Sementara itu, berdasarkan informasi The New York Times, dalam konferensi dengan para analis, Elon Musk mengatakan kalau tahun lalu merupakan tahun yang menentukan bagi Tesla di banyak tingkatan.

“Meskipun keadaannya menantang, kami mencapai tonggak penting dalam produksi dan pengiriman setengah juta mobil,”
-Elon Musk


Sebelumnya, Musk berpendapat, Tesla bisa menjual lebih dari 800.000 mobil pada tahun 2021 karena memperluas produksi di pabrik China dan membuka pabrik ketiga yang sedang dibangun di dekat Berlin.

Pihak Tesla juga sedang membangun pabrik di dekat Austin, Texas, yang diharapkan mulai memproduksi mobil pada akhir tahun ini.

Dalam sebuah pernyataan, Tesla sendiri memperkirakan penjualan tahun 2021 bakal tumbuh hingga lebih dari 50 persen. Hal itu menyiratkan bahwa total penjualan mobil setidaknya mencapai 750.000 unit.

Perusahaan asal California, Amerika Serikat itu juga mengatakan, pihaknya mengharapkan pertumbuhan penjualan tahunan rata-rata sekitar 50 persen selama beberapa tahun ke depan, dan pengiriman semi-truk akan dimulai sebelum akhir tahun.

Baca Juga: Tesla dan BASF Bakal Join Industri Mobil Listrik di Indonesia?
 

Tantangan dan Persaingan Tesla di Ranah Mobil Listrik

Meski begitu, Tesla tentunya juga harus menghadapi tantangan. Kenyataannya, Tesla menghasilkan lebih sedikit uang daripada beberapa pesaingnya yang lebih besar dan lebih “mapan”.

Misalnya nih, di kuartal ketiga 2020, General Motors diketahui menghasilkan laba US4 miliar. Angka tersebut lebih dari lima kali lipat total Tesla sepanjang tahun lho!\

Bahkan, di Eropa, Tesla menghadapi persaingan yang meningkat dengan Volkswagen, Renault, Hyundai, Daimler dan pabrikan lain yang telah memperkenalkan mobil listrik lebih baik dan lebih terjangkau. Bahkan, beberapa model tersebut lebih laris dari Tesla's Model 3, yang sebelumnya menjadi mobil listrik terlaris di wilayah itu.

Walaupun Tesla enggak membagi penjualannya berdasarkan wilayah atau negara, kelihatan kalau penjualannya di AS melambat di tahun 2020. Hal itu terutama disebabkan karena adanya pandemi.

Berdasarkan data pendaftaran mobil baru dari California, Texas dan 20 negara bagian lain yang dianalisis oleh Cross-Sell, Tesla pun melihat kalau penjualan Model 3 terhenti karena pengiriman Model Y telah meningkat.

Adapun, persaingan di AS sendiri juga memanas. Misalnya, diketahui kalau Ford Motor baru-baru ini mulai mengirimkan kendaraan sport listrik bernama Mustang Mach-E dan Volkswagen juga akan memperkenalkan S.U.V. listrik, ID.4, pada bulan Maret mendatang.

Bahkan, keduanya telah memenuhi syarat untuk kredit pajak federal yang enggak lagi berlaku untuk mobil Tesla. Alhasil, membuatnya lebih terjangkau daripada Model Y Tesla.

Wah, akankah kejayaan Tesla melesat di tahun 2021 ini, Be-emers?
Kita tunggu saja yuk kelanjutannya!