Mengapresiasi Diri dengan Membaca dan Berkarya

Membaca buku dimana pun dan kapan pun (Sumber gambar: Mahasiswi IAIN Curup)

Membaca buku dimana pun dan kapan pun (Sumber gambar: Mahasiswi IAIN Curup)

Like

Rasa syukur alhamdulillah tidak terlepas meski di masa pandemi ini kita masih tetap bisa berkomunikasi dengan hebatnya di era digitalisasi dengan kemajuan teknologi yang tidak bisa lagi kita pungkiri saat ini.

Banyak hikmah yang kita rasakan di masa pandemi kali ini.
"Berbeda Cara" tapi tidak dengan "Faedah dan Keberkahannya."

Tentu, disini tidak ada yang lebih Wah atau kurang Wah , kita semua sama. Hanya mungkin, ada yang lebih dulu dalam berpengalaman, dan ada yang belum. Belum bukan berarti tidak akan, hanya proses nya yang membutuhkan waktu. Jadi, disini saya tidak mengajarkan, hanya berbagi pengalaman saya khususnya di bidang literasi.

Meski, saya sendiri juga masih belajar dan terus belajar bagaimana saya bergerak untuk dunia literasi, dan bagaimana dunia literasi menyambut dan menerima saya.

Mengapa demikian??

Seleksi Alam atau biasa yang disebut semacam Law of Attraction.

Yakinlah, ketika kau mengatakan "Aku mendapatkan kekuatan untuk Mencari Tahu, Membaca, dan Terus Berkarya"
Saat itu juga alam sedang merekam nya dan menjadi kalimah sebuah doa, doa yang tentunya kembali membawa kebaikan kepada kita.

Ada yang bertanya.
Mengapa harus dengan membaca? 
Mengapa tidak dengan bermain?


Simpel,
"Denah Kita Untuk Ketidaktahuan".

Bayangkan kita pergi ke suatu tempat yang kita belum tahu dimana alamatnya, lalu kita tidak membawa petunjuk apapun seperti denah, Go Map, dan lain sebagainya. Kita tentu akan tersesat. Terlebih jika kita sudah tahu namun tidak paham atau memahami, jauh lebih tersesat. Seolah tahu tapi tidak paham. Berbahaya bukan? Begitulah permainan kehidupan. Kita harus pandai dalam bermain peran.

Beruntunglah buat mereka yang terus banyak membaca, ketika sudah membaca, mereka paham, ketika sudah paham, mereka mengimplementasikan dengan sebuah karya, dan dengan sebuah karya, mereka akan abadi selamanya. Luar biasa!
Semua kembali ke diri kita bagaimana mengarahkan diri kita sesuai dengan arah tujuan hidup yang lebih baik.

Salam Literasi...
Salam Kependidikan...
Salam Seperjuangan...