Bawa Apple ke Pengadilan, Siapa Epic Games?

Epic Games ( Sumber : Okezone )

Epic Games ( Sumber : Okezone )

Nama Epic Games kini disangkut pautkan dengan raksasa teknologi Apple. Diketahui, Epic games berkonflik dengan Apple karena game buatannya “Fortnite” dihapus dari App Store dan tidak bisa diakses pengguna IOS.

Bukan tanpa sebab, penghapusan itu dikarenakan Epic melanggar peraturan Apple dengan menyediakan akses pelanggan agar dapat membayar langsung ke Epic, tanpa melewati Apple. Sehingga, Apple memutuskan untuk menghapus game buatan Epic.

Tak terima, Epic memandang ketentuan yang diterapkan Apple merugikan pengembang dan pelanggan. Hal ini karena komisi yang harus  diberikan ke Apple dinilai cukup besar, 30 persen. Sehingga harga yang dibayar pelanggan menjadi lebih mahal.

Karena itulah, Epic membawa kasus ini ke ranah hukum. Pada senin kemarin, sidang pertama antara Epic Games melawan Apple telah dilaksanakan di pengadilan Oakland. 

Baca Juga: Dominasi Ranah Streaming Musik, Kini Apple Harus Hadapi Tuduhan Antitrust di Eropa
 

Siapa sih Epic Games yang “berani” memancing Apple?

Epic Games merupakan perusahaan game developer ternama yang berlokasi di AS. Perusahaan pribadi yang dimiliki oleh Tim Sweeney itu mendulang sukses dengan game Fortnite yang dirilisnya pada 2017.

Sebelum menjadi sukses, Epic Games dulunya bernama Potomac Computer Systems. Setelah game pertama nya ZZT rilis pada 1991, nama perusahaan berubah menjadi Epic MegaGames, Inc. Hingga akhirnya menjadi Epic Games pada 1999.

Fortnite menjadi salah satu game terbesar di dunia dengan 350 juta akun dan 2,5 miliar koneksi teman. Dikutip dari washingtonpost, pendapatan Fortnite pada April 2020 mencapai angka fantastis, yaitu US $ 400 juta per bulan.

Sebagai game yang bisa diunduh secara gratis, pendapatan Fortnite hanya mengandalkan pada pembelian yang dilakukan pelanggan dalam aplikasi. Sehingga, popularitas Fortnite tak perlu diragukan hingga bisa mencetak pendapatan fantastis bagi Epic Games.

Kesuksesan Fortnite tak lepas dari game pendahulunya, Unreal Engine. Rilis pada 1998, Unreal Engine yang semula diciptakan menjadi game engine, ternyata berkembang menjadi inovasi yang menlandasi perkembangan teknologi 3D.

Tak hanya digunakan dalam berbagai video game lainnya, teknologi Unreal Engine buatan Epic Games juga diadopsi oleh berbagai industri lainnya, seperti TV dan Film, arsitektur, otomotif, manufaktur, dan simulasi.

Sehingga, tak hanya sebagai game developer, Epic Games berusaha menciptakan ekosistem digitalnya sendiri dengan membuat Epic Games Store sebagai wadah pengembang game untuk menjual game nya serta Epic Online Services.

Kini Epic Games memiliki sub-studio di berbagai negara di dunia dengan 1.000 lebih karyawan untuk memudahkan kegiatan operasional. Selain itu, Epic memiliki anak perusahaan pengembang diantaranya Chair Entertainment, Psyonix dan Mediatonic, serta Cloudgine.

Meski perusahaan pribadi, Tim Sweeney tak lagi menjadi satu-satunya pemilik Epic Games. Pada 2012, Epic Games menjalin kerjasama dengan raksasa teknologi asal China, Tencent. Sehingga Tencent memiliki 40 persen saham Epic Games.

Perusahaan teknologi ternama Sony juga dikabarkan membeli saham minoritas di Epic Games. Pembelian yang dilakukan pada pertengahan 2020 lalu itu membuat Sony memiliki 1.4 persen saham Epic Games dengan menggelontorkan dana US $250 juta.

Wah, ternyata penantang Apple hingga mengajaknya ke pengadilan bukan perusahaan biasa ya. Kira-kira, bagaimana ya hasil persidangan diantara Epic Games dan Apple?