Sushi Rakyat: Inovasi Hemat Kuliner ala Jepang

Bisnis Muda
Like

Paduan nasi yang bertemu dengan gurihnya rumput laut dan lembutnya daging salmon, kemudian dibalur kecap asin serta wasabi, semuanya menyatu jadi rasa yang kaya di lidah. Kurang lebih seperti itulah rasa dari salah satu kuliner asal negeri sakura: sushi.

Jadi menu yang disukai banyak orang dan sudah mendunia, Be-emers tahu enggak asal mula sushi?

Dilansir dari laman Tokyo Metropolitan Government, sushi lahir dari kebiasaan orang Jepang -yang diadaptasi dari orang Asia Tenggara di abad ke-4- yang memfermentasi ikan dan menyimpannya ke dalam beras serta garam. Kemudian di Zaman Heian Jidai atau sekitar tahun 794 sampai 1185, orang-orang memakannya sebagai Nare Zushi.

Berbahan “seafood” segar, bikin harga makanan dengan teknik pembuatan yang enggak terbilang mudah ini sering dibandrol dengan harga yang cukup mahal. Eits, tapi ada alternatif kuliner yang menyajikan menu sushi dengan harga terjangkau lho, yaitu Sushi Rakyat.

Ialah Dini Utami Putri, wanita yang hobi banget makan sushi dan akhirnya sekarang punya bisnis kuliner yang menyajikan sushi sebagai menu utamanya. Dikutip dari Bisnis Weekend edisi Maret 2013, bisnis ini merupakan bisnis pertama yang pernah ada dalam keluarga besarnya.


“Setelah resign dari tempat kerja yang sudah berjalan dua tahun, saya mencoba membuat sushi untuk mengusir rasa bosan,” ujarnya.

Menyajikan sushi yang homemade, sesuai namanya, sushi yang dibuat Dini ini pun harganya cukup merakyat. Satu jenis sushi berisi 4 dan 8 pcs dan harganya berkisar Rp18.000 hingga Rp60.000-an. Sushi Rakyat juga punya menu paket yang isinya lebih banyak dengan harga Rp85.000 hingga Rp280.000-an.

Inovasi Bisnis Sushi

Selain harganya yang jauh lebih terjangkau, Dini lebih memilih memasarkan sushi buatannya melalui delivery order tanpa membuka gerai semacam kedai atau restoran. “Makan sushi di restoran itu hal biasa, tetapi bila makan bersama keluarga di rumah itu tidak biasa. Oleh sebab itu, saya ingin menciptakan keunikan sendiri,” jelasnya.

Konsep yang dipakai Dini ini bikin usahanya jadi lebih efisien dan cuan. Soalnya lebih mudah dijangkau banyak orang dan enggak perlu ada biaya buat sewa tempat berupa gerai. Dini cukup mengolah sushi buatannya di rumahnya yang berada di kawasan Tangerang, Banten.

Bagi orang-orang yang belum terbiasa makan sushi dengan ikan mentah segar, pasti merasa enggak suka karena enggak tahan sama bau dan rasa ikannya yang kuat. Makanya, Sushi Rakyat kemudian menggunakan bahan-bahan lokal yang rasanya juga disesuaikan dengan lidah orang Indonesia,

Sementara itu, sushi dikenal punya berbagai macam bentuk, kayak Inari (sushi yang dimasukan ke dalam kulit tahu), norimaki (sushi rumput laut), oshi zushi (sushi tekan), dan yang paling terkenal California Roll (sushi roll atau gulung). Di Sushi Rakyat, Be-emers bakal dibikin kalap karena aneka bentuk yang disajikan cukup bervariasi.

Dari berhasil membuat sushi pertama berisi telur dadar (tamago) dan keju, kini Dini bersama timnya di Sushi Rakyat sudah punya berbagai macam rasa sushi. Salah satu yang paling terkenal adalah sushi roll dengan aneka rasa (keju, barbeque, pedas, hingga rasa rendang) yang berpadu sama isian sushi yang beragam kayak sosis, kakap, ayam, salmon, kepiting, udang, gurita, dan tuna.

Selain sushi roll, ada juga jenis sushi lain kayak salmon mentai, dan unagitama (sushi dengan belut). Buat Be-emers yang mau kasih kado ulang tahun anti mainstream juga bisa lho pesan menu sushi untuk ulang tahun yang tersedia. Menu spesial untuk ulang tahun itu terdiri dari shusi special besdey, takoring birthday sushi, sushi besdey karakter, dan sushi rainbow atau flower.

Enggak cuma ada sushi, di sini Be-emers juga bisa pilih menu ala Jepang lainnya, yaitu takoyaki, baby octopus, dan dimsum. Waw, banyak banget varian sushinya ya, Be-emers! 

Inovasi memang selalu dibutuhkan agar bisnis tetap berjalan cuan. Apalagi di lini bisnis kuliner yang marak dan terkenal kayak yang dijalani sama Sushi Rakyat ini. Kalau kita bisa menawarkan alternatif pilihan yang menarik buat banyak orang, pasti cuan pun bakal menghampiri.