Produksi Tanaman Hortikultura di Bali Meningkat, Lho!

Horticulture Illustration Bisnis Muda - Canva

Horticulture Illustration Bisnis Muda - Canva


Seiring dengan peralihan profesi masyarakat Bali ke sektor pertanian pada masa pandemi ini, produksi tanaman hortikultura tahun ini diproyeksi meningkat lho, Be-emers!

Hal tersebut dikarenakan lesunya industri pariwisata sehingga membuat masyarakat harus beralih profesi menjadi petani.

Berdasarkan data Bank Indonesia, sebanyak 328 ribu pekerja merupakan banyaknya tenaga kerja disektor akomodasi makan minum di Bali per 2019. Sementara itu, jumlahnya menurun 28,05 persen pada tahun 2020 menjadi 236 ribu pekerja. Sebaliknya, sektor pertanian mengalami peningkatan sebesar 17,9 perseb pada 2020 menjadi 546 ribu pekerja.

Pada tahun 2020 sektor perdagangan juga mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja sebesar 3,19 persen menjadi 496 ribu. Di sisi lain, jumlah tenaga kerja di industri pengolahan juga telah naik hingga 3,52 persen pada tahun 2020 menjadi 382 ribu pekerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, selama tahun 2020 terdapat peningkatan produksi hortikultura, salah satu contohnya yaitu pada produksi salak yang meningkat sebanyak 194,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Sebaliknya, penurunan produksi hortikultura hanya terjadi pada rambutan yaitu turun sebesar 25,66 persen dari tahun sebelumnya.

I Wayan Sunarta selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali mengatakan bahwa pada tahun ini kemungkinan produksi hortikultura akan lebih tinggi. Tetapi, kondisi seperti ini cenderung akan menyebabkan turunnya harga produk.

Ia mengatakan kepada Bisnis bahwa pengamatannya itu didasarkan oleh hasil pengamatan lapangan, yang dimana data aslinya masih perlu ditunggu, tapi pada tahun ini produksi hortikultura memang cenderung meningkat karena sekarang banyak masalah akibat pandemi.

Sementara itu, kondisi iklim merupakan peranan penting akan produksi hortikultura tersebut, hal ini menyebabkan sejumlah tanaman mengalami penurunan produksi, seperti rambutan dan mangga.

Ia juga mengatakan bahwa karena tahun lalu mengalami musim hujan yang berkepanjangan, ini menyebabkan tanaman seperti mangga susah berbunga dan berbuah.

I Wayan Windia selaku pengamat pertanian dari Universitas Udayana mengatakan bahwa produksi akan semakin meningkat apabila semakin banyak orang bertani. Menurutnya, selama ada pasar, petani hortikultura akan bereaksi positif.

Baca Juga: Kamu Liburan ke Bali? Wajib Coba Kuliner Lezat Ini!