Terjadi Secara Tidak Terduga, Apa itu Black Swan Event?

Black Swan Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Black Swan Illustration Web Bisnis Muda - Canva


Black Swan Event merupakan peristiwa tidak terduga, yang melampaui apa yang biasanya diharapkan dari suatu situasi dan juga memiliki konsekuensi yang berpotensi parah, Be-emers!

Nah, peristiwa Black Swan ini dicirikan dengan kejadiannya yang sangat langka, dampak yang parah, dan seringkali memiliki skala yang luas.
 

Dari mana asal istilah Black Swan?

Istilah Black Swan ini dipopulerkan oleh Nassim Nicholas Taleb yang merupakan seorang profesor keuangan, penulis, dan juga mantan trader Wall Street. Taleb menulis tentang teori dan gagasan Black Swan Event pada tahun 2007 dalam buku yang berjudul “The Black Swan”, yang menjadi best selling book pada masa itu.

Taleb berpendapat bahwa peristiwa Black Swan tidak mungkin bisa diprediksi karena kelangkaan kasusnya yang ekstrem. Peristiwa Black Swan juga memiliki konsekuensi bencana, sehingga penting untuk selalu siaga untuk segala kemungkinan terjadinya peristiwa Black Swan ini kapanpun dan dimanapun.

Dalam buku The Black Swan sendiri, Taleb mengungkapkan pandangan-pandangannya terkait probabilitas, pencarian pola, hingga lemahnya prediksi. Salah satu ungkapan populer dalam buku tersebut adalah:
 
“Cukup dengan munculnya seekor angsa hitam, maka anggapan umum selama ini tentang ketiadaan angsa hitam akan tidak berlaku lagi.”

Ungkapan tersebut menggambarkan adanya peristiwa yang muncul dalam ketidakpastian dan bahwa pemikiran rasional manusia terhadap suatu hal seringkali menjadi hal yang lemah.

 

Lalu, apa saja peristiwa Black Swan yang pernah terjadi?

Ada beberapa peristiwa bersejarah di dunia yang dianggap sebagai fenomena Black Swan nih, Be-emers.
 

Krisis Finansial Asia tahun 1997

Pemicu peristiwa ini adalah keputusan negara Thailand melepas pegging atau patokan nilai tukar mata uang Baht terhadap Dolar Amerika Serikat. Dampak dari keputusan tersebut adalah devaluasi mata uang di Asia Tenggara dan Asia Timur secara menyeluruh, Be-emers!

Tuduhan terjadinya krisis ini dilayangkan kepada George Soros, yang merupakan seorang pebisnis dan aktivis politik Amerika Serikat. Akibat terjadinya peristiwa ini, Indonesia juga terkena dampaknya yaitu tumbangnya Orde Baru
 

Pecahnya Dot Com Bubble tahun 2000

Seiring dengan perkembangan internet di dunia, bisnis online yang disebut “perusahaan Dot Com” juga mengalami peningkatan yang signifikan. Hal tersebut membuat harga saham meroket, yang menyebabkan perusahaan besar seperti Dell dan Cisco menjual saham-sahamnya.

Akhirnya, terjadinya panic selling. Dalam waktu kurang dari sebulan, terdapat sekitar $1 triliun hangus dari pasar. Selain itu, index komposit NASDAQ mengalami terjun bebas, dari 682 persen menjadi 78 persen pada Maret 2000.

Akibat peristiwa tersebut, banyak perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang terlindas oleh insiden tersebut, namun masih banyak juga yang sukses hingga kini, seperti Netflix, Amazon, hingga eBay.
 

Bangkrutnya Lehman Brothers tahun 2008

Bagi Be-emers yang belum tau, Lehman Brothers merupakan salah satu perusahaan jasa keuangan yang terkenal secara global dan menempati posisi bank investasi terbesar ke-4 di Amerika Serikat.

Sayangnya, Lehman Brothers mendeklarasikan kebangkrutannya pada 15 September 2008. Karena hal tersebut, kebobrokan praktik sertifikasi utang sektor properti di Amerika Serikat pun terbongkar. Peristiwa tersebut dikenal dengan Subprime Mortgage.

Domino effect dari salah satu peristiwa Black Swan ini adalah adanya beberapa perusahaan keuangan yang di-bailout oleh pemerintah Amerika Serikat.
 

Referendum Brexit tahun 2016

Peristiwa ini berawal dari keputusan Inggris yang mengeluarkan diri dari Uni Eropa, yang mengakibatkan anjloknya Pounds ke level terendah dalam 36 tahun (sejak 1985). Referendum tersebut menghapus sekitar $2 triliun dari pasar finansial dunia.
 

Kasus Jiwasraya

Di Indonesia sendiri, peristiwa Black Swan sering disangkut pautkan dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya yang membuka kebusukan permainan pasar saham, yang akhirnya menyeret beberapa perusahaan asuransi hingga para manajer investasi (MI). Kasus tersebut pun membuat pasar saham Indonesia terguncang cukup parah.
 

Wabah Covid-19/Coronavirus

Wabah virus Covid-19 yang kini sedang kita rasakan juga disebutkan analis sebagai peristiwa Black Swan lho, Be-emers. Dampak-dampak yang ditimbulkan bahkan sudah tidak bisa terhitung lagi, mulai dari korban jiwa, kestabilan ekonomi dunia, dan lain sebagainya.

Jadi gimana Be-emers, sudah cukup jelas informasi seputar Black Swan Event ini? Yuk berikan komentarmu di bawah ya!