Kemenparekraf Kembangkan Wisata Kesehatan di Tiga Kota

Wellness Tourism Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Wellness Tourism Illustration Web Bisnis Muda - Canva


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menjelaskan mengapa pemilihan daerah pengembangan wisata kesehatan untuk tahap awal hanya untuk tiga kota saja, yaitu Jakarta, Medan, dan Bali.

Rizki Handayani selaku deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf mengatakan bahwa alasan tersebut disebabkan oleh jumlah ketersediaan rumah sakit yang berada di ketiga daerah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa medan mempunyai potensi besar karena selama ini orang Medan yang ke luar negeri itu sangatlah banyak. Ia berharap dengan menyiapkan rumah sakit yang berada di Medan memungkinkan untuk wisatawan-wisatawan yang berasal dari Sumatera utara dan sekitarnya berobat ke luar negeri semakin kecil.

Untuk pengembangan wellness dan herbal tourism selain di Bali, pihaknya juga akan mengembangkan langkah ini di Solo, Jawa Tengah.

Ia mengatakan karena di Tawangmangu ada pusat kesehatan herbal milik Kementerian Kesehatan, kini Solo juga tengah mengembangkan herbal tourism.


Program yang rencananya diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Medan, dan Bali, akan diperluas ke destinasi lainnya.
 

Wellness Tourism Illustrartion Web Bisnis Muda - Canva

Wellness Tourism Illustrartion Web Bisnis Muda - Canva

Agar program wisata kesehatan di Indonesia mendapat dukungan, Kementerian menggandeng instansi kementerian dan lembaga lainnya bahkan pihak swasta untuk memungkinkan realisasi wisata kesehatan tersebut.

Lembaga-lembaga yang akan digandeng antara lain seperti rumah sakit dan klinik, organisasi profesi dan himpunan, salah satunya Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (Perkedwi).

Antusiasme masyarakat dan turis terhadap wellness tourism atau wisata kesehatan ini memang sangat tinggi, terutama di daerah Bali.

Untuk memenuhi demand tersebut, Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencetuskan adanya program reskilling dan upskilling terhadap SDM terkait untuk meningkatkan standardisasi pelayanan.