Jenis-Jenis Investasi yang Bisa Digunakan untuk Simpan Dana Darurat

Emergency Fund Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Emergency Fund Illustration Web Bisnis Muda - Canva


Kini, masyarakat mulai menyadari akan pentingnya dana darurat, setelah mengalami ketidakpastian ekonomi sejak 2020 karena pandemi Covid-19 ini, Be-emers. Dana darurat sekarang dianggap sebagai salah satu bentuk perencanaan keuangan yang sehat.

Widya Yuliarti selaku Financial Planner Finansialku mengatakan bahwa dana darurat sendiri memiliki definisi sebagai dana cadangan yang berguna sebagai antisipasi untuk pengeluaran yang tidak diduga.

Menurutnya, salah satu risiko kehilangan yang paling umum adalah risiko kehilangan pendapatan, oleh karena itu, yang bisa dilakukan adalah untuk mempersiapkan dana cadangannya.

Selain adanya risiko kehilangan pendapatan, risiko akan pengeluaran yang tidak terduga juga harus disiapkan secara matang, Be-emers.

Contohnya seperti perbaikan motor, servis handphone, ketika sedang mengalami musibah, dan lain-lain. Pada hal-hal semacam itulah dana darurat berperan penting. Maka dari itu siapkanlah dana darurat sedini mungkin untuk menghindari segala risiko buruk di hidup kita, ya!
 

Jenis instrumen untuk menyimpan dana darurat

Hal yang paling penting dari tujuan dana darurat adalah untuk mempersiapkan segala kebutuhan jika terjadi suatu hal yang tidak direncanakan, sehingga dana darurat haruslah mudah diambil dan dicairkan.


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin menyimpan dana darurat. Seperti mulai dari merevisi besaran dana darurat sehingga sesuai dengan kenaikan pendapatan dan pengeluaran tiap bulannya. Instrumen yang digunakan juga harus bersifat aman dan mudah diakses, serta pilihlah instrumen yang tepat untuk menyimpan dana darurat.

Agar simpanan uang dari dana darurat dapat cepat dicairkan dan digunakan dengan aman, ada beberapa rekomendasi instrumen yang tepat, yaitu:
 

Rekening bank

Rekening bank menjadi salah satu opsi instrumen yang tepat karena mudah dicairkan bagi pengguna, dana darurat juga disimpan dengan aman dan memiliki akses yang cepat. Namun, adanya risiko terjadinya inflasi juga merupakan salah satu kelemahan menyimpan dana darurat di rekening bank.
 

Reksa dana pasar uang

Instrumen lain yang dapat digunakan jika sudah menyimpan beberapa bagian dana darurat di rekening adalah bisa menginvestasikannya di reksa dana pasar uang.

Reksa dana pasar uang sendiri memiliki beberapa keunggulan seperti bisa berinvestasi mulai dari Rp 100.000, pencairan dana yang cukup cepat, bisa mendapatkan profit, memiliki keamanan yang bagus untuk berinvestasi.
 

Deposito

Rekomendasi lainnya yang menjadi pilihan untuk menyimpan dana darurat adalah deposito. Deposito merupakan program menabung dari bank yang memiliki keunggulan seperti mendapatkan return yang lebih besar daripada menabung di rekening.

Namun, deposito cenderung memiliki bunga yang rendah dan rentan sekali terkena risiko inflasi.
 

Emas

Jika ingin memilih instrumen investasi yang aman, emas merupakan pilihan yang tepat. Selain aman, emas juga memiliki return yang cukup menggiurkan. Tetapi, dibalik keuntungan yang menggiurkan, terdapat biaya-biaya lain yang juga harus diperhatikan, seperti biaya cetak emas, biaya admin, dan biaya sertifikat.
 

Alokasi untuk dana darurat

Widya menyarankan untuk menabung minimal 20 persen dari pendapatan bulanan. Karena, dari 20 persen ini bisa dibagi ke kebutuhannya masing-masing. Misalnya, jika ingin memprioritaskan tabungan dana darurat, maka 20 persen tersebut dapat disimpan untuk dana darurat semua.

Namun, jika ada hal ataupun kebutuhan keuangan lain yang ingin dicapai, maka 20 persen ini bisa digunakan untuk tujuan tersebut terlebih dahulu.

Selain menggunakan instrumen yang telah disebutkan di atas, ada baiknya kita selalu memiliki dana darurat berupa uang tunai agar bisa digunakan dengan cepat tanpa proses yang rumit.

Nah, jangan menunda menyisihkan pendapatanmu untuk dana darurat ya, Be-emers!