Kenapa Bisnis Perlu Melakukan Rebranding?

Rebranding Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Rebranding Illustration Web Bisnis Muda - Canva


Be-emers tau nggak sih, apa itu rebranding? Buat yang belum tau, rebranding adalah salah satu strategi marketing juga, lho!

Dalam strategi tersebut, perusahaan membuat identitas baru dan mengubah gaya brand perusahaan maupun produknya. Salah satu tujuan rebranding ini adalah agar perusahaan tetap mampu bersaing dengan kompetitor atau produk lainnya.

Tetapi, rebranding tidak bisa dilakukan jika tidak ada evaluasi perusahaan yang jelas, Be-emers. Rebranding sendiri merupakan hal yang besar dan sangat berdampak untuk dilakukan oleh perusahaan.
 

Kapan Harus Melakukan Rebranding?


Saat Ada Perubahan Tren

Jika suatu bisnis bisa beradaptasi dengan perubahan kondisi sosial, maka kemungkinan besar bisnis tersebut mampu bertahan dalam industri maupun di pasaran. Perubahan sosial akan selalu terjadi, mulai dari gaya hidup, pola pikir, hingga karakteristik konsumen.

Mengubah bisnis mengikuti tren bukan berarti tidak konsisten terhadap visi dan misi dari perusahaan ya, Be-emers. Rebranding dilakukan untuk tetap mendapatkan perhatian dan minat masyarakat. Selain itu, diharapkan dengan dilakukannya rebranding, perusahaan tetap bisa memenuhi kebutuhan konsumen.


Salah satu kasus yang dapat menjadi contoh adalah Blackberry. Dahulu, Blackberry sempat menjadi pemain besar dalam industri alat telekomunikasi. Namun, saat tren bergeser ke handphone Android, akhirnya Blackberry pun tersingkir karena tidak mau berinovasi dan mengikuti tren yang ada.
 

Memanfaatkan Teknologi Baru

Nggak bisa dipungkiri, teknologi memang mampu mengubah lanskap untuk hal apapun, termasuk bisnis. Untuk itu, diperlukan strategi rebranding untuk lebih dilihat oleh konsumen dan juga kompetitor.

Berkembangnya media sosial juga membuat perusahaan menyesuaikan kembali cara untuk tampil di hadapan konsumen, terutama konsumen yang baru. Selain itu, hal penting lainnya yang perlu dipikirkan saat rebranding adalah produk baru, perubahan atau pembaharuan value perusahaan, akuisisi, hingga wilayah baru.
 

Perubahan Audiens

Selama jangka waktu tertentu, pasti bisnismu akan mengalami perubahan karakteristik audiens. Oleh karena itu, ketika perusahaanmu sudah mengalami pergeseran minat dan karakteristik audiens, itu merupakan lampu hijau untuk melakukan rebranding. Selain itu, rebranding juga bisa dilakukan jika brand atau perusahaan ingin menyasar audiens yang lebih luas.
 

Risiko Rebranding

Rebranding juga memiliki risiko lho, Be-emers. Salah satunya adalah kehilangan konsumen. Dengan melakukan rebranding, tak jarang membuat konsumen lama kehilangan kepercayaan, karena mereka sudah cenderung berasosiasi dengan brand yang sebelumnya.

Untuk itu, sebelum melakukan rebranding, faktor-faktor di atas harus benar-benar dipertimbangkan ya, Be-emers!