Terkendala Izin Lisensi, Kepala Proyek Starlink SpaceX India Pilih Undurkan Diri! Kenapa Ya?

Starlink Illustration Web Bisnis Muda - Image: Getty Images

Starlink Illustration Web Bisnis Muda - Image: Getty Images


Saat ini kebutuhan atas konektivitas daripada internet memang sangat vital, terlebih banyak dari pengguna terus berusaha untuk mencari provider dengan kecepatan tertinggi.

Oleh sebab itu, banyak dari provider atau penyedia broadband saling berpacu untuk dapat menyediakan konektivitas tertinggi tersebut.

Seperti siasat yang dilakukan oleh SpaceX lewat proyek Starlink miliknya yang berusaha untuk menyediakan konektivitas tinggi dengan latensi yang lebih rendah lewat peletakkan satelit yang lebih dekat ke Bumi atau Low Earth Orbit (LEO).

Namun, di tengah sambutan publik dunia atas proyek Starlink ini, justru membuat Kepala Proyek Starlink di India lebih memilih untuk mengundurkan diri. Lantas, apa yang terjadi dengan Starlink di India ini, ya, Be-emers?

Baca Juga: Telkom Disebut Bakal Kerjasama dengan SpaceX, Seperti Apa Satelit LEO Starlink Itu?
 

Pemerintah India Perintahkan Starlink untuk Berhentikan Pemesanan

Mengutip dari Tech Crunch, Kepala Proyek Starlink India Sanjay Bhargava secara resmi mengudurkan diri dari jabatannya pada Selasa, (04/01/2022) kemarin.


Dalam unggahan yang diberikan oleh Mantan Eksekutif PayPal yang telah mengemban jabatan Kepala Proyek Starlink India selama tiga bulan tersebut, Sanjay menjelaskan alasan kepergiannya didasari karena alasan pribadi sebagaimana dikutip dari LinkedIn pribadinya.

Namun publik banyak yang mengaitkan alasan kepergian Sanjay didasari perselisihan yang terjadi antara pemerintah India dengan perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk tersebut.

Pasalnya, kepergian Sanjay benar-benar tepat beberapa minggu usai pemerintah India memerintahkan SpaceX untuk berhenti menerima pemesanan perangkat dan rendering layanan internet di satelit karena tidak memiliki lisensi untuk beroperasi di pasar Asia Selatan.

Semua ini bermula dari SpaceX yang lebih dulu memulai pre-order untuk 5.000 unit perangkat miliknya pada tahun lalu ditengah ketidakjelasan rentan waktu terhadap penerimaan lisensi untuk beroperasi.

Hal tersebut jelas membuat pemerintah India geram dan bersikeras untuk terus mengawasi hingga mengambil tindakan pelarangan pemberhentian pemesanan perangkat broadband tersebut.

Tidak hanya itu, Otoritas Telekomunikasi India (TRAI) juga ikut menanggapi atas permasalahan ini seiring dengan pernyataan yang dilontarkan kepada Starlink untuk berhenti meminta bisnis telekomunikasi dan mengumpulkan biaya terkait tanpa mengamankan otoritas yang relevan.

Namun dikesempatan lain, pihak SpaceX segera memberikan tanggapan lewat e-mail yang diutarakan kepada pengguna yang sudah melakukan pre-order dengan keterangan yang menjelaskan bahwa pengembalian dana bisa dilakukan kapan saja beserta uraian langkah-langkahnya.

Sebelumnya, Starlink yang diketahui telah mengirimkan lebih dari 100.000 terminal ke pelanggan ini berencana untuk menyebarkan lebih dari 200.000 terminal aktif di lebih dari 160.000 distrik di India pada akhir Desember 2022.

Pada saat Sanjay masih menjabat, dirinya selalu berusaha untuk menjalin kolaborasi atas akselerasi satelit Low Earth Orbit ini.  Bahkan waktu itu, jalinan kemitraan sempat berlangsung antara Starlink dengan salah satu otoritas di India NITI Aayog.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?