Budaya ‘Ngopi’ dan ‘Boba’ yang Tidak Kamu Sadari Bikin Keuanganmu Bocor!

Budaya 'Ngopi'. Sumber: Canva

Budaya 'Ngopi'. Sumber: Canva


‘Ngopi’ dan ‘Boba’ kini sudah menjadi gaya hidup sehari-hari masyarakat, khususnya masyarakat yang hidup di kota-kota besar. ‘Ngopi’ merujuk pada minum kopi atau membeli kopi di cafe/coffee shop, sedangkan ‘Boba’ merujuk pada konsumsi minuman kekinian yang diidentikan dengan topping boba.

Bahkan saking menjadi gaya hidup, netizen sampai membuat jokes “tidak bisa sehari tanpa kopi”, “ngopi sampai kena asam lambung”, dan jokes tentang ‘ngopi’ lainnya.

Konsumsi kopi juga melonjak hingga 174 persen pada tahun 2016 menurut data Organisasi Kopi Internasional atau International Coffee Organization (ICO).

Sisi baiknya, banyaknya peminat minuman kekinian ini membuat peluang usaha meningkat. Hingga kini cafe atau coffee shop masih menjamur dan tidak pernah sepi.

Mungkin kamu juga termasuk ‘kaum ngopi’ dan menganggap hal ini sebagai lelucon saja. Namun, tanpa kamu sadari budaya keharusan mengonsumsi minuman kekinian semacam ini adalah salah satu hal yang membuat cash flow berantakan. Mengapa?
  1. Gula yang Tinggi Membuatmu Cepat Lapar
    Dilansir dari Bisnis.com, minuman kopi yang diracik di kedai-kedai kopi banyak mengandung kadar lemak, gula dan kalori yang tinggi. Sedangkan kadar gula yang tinggi akan menyebabkan peningkatan glukosa darah yang cepat diikuti penurunan tajam.


    Kondisi ini menyebabkan kamu akan merasa cepat lapar setelah mengonsumsi kopi atau minuman kekinian dengan kadar gula yang tinggi.

    Ketika lapar kamu akan mencari makanan lain atau dengan kata lain mengeluarkan uang lebih banyak untuk jajan. Nah, akhirnya keuangan kamu bocor untuk membeli kebutuhan yang sebenarnya bisa ditekan.
     
  2. Satu Gelas Minuman Kekinian Setara Satu Kali Makan
    Harga satu minuman kekinian di cafe atau coffee shop minimal Rp25.000, bahkan bisa mencapai Rp50.000 jika kamu membeli di coffee shop yang sudah memiliki nama.

    Jika dalam sehari, hitungan hari kerja, kamu menghabiskan sejumlah nominal itu untuk membeli kopi, maka dalam sebulan kamu telah menghabiskan minimal Rp550.000

    (Rp25.000 X 22 hari = Rp550.000)

    Uang sejumlah ini, atau minimal setengahnya, jika dialokasikan untuk berinvestasi justru akan menambah dana yang kamu miliki, lho!
     
  3. Membuat Kecanduan
    Satu gelas kopi mengandung kafein yang tinggi, sekitar 200 miligram per porsi menurut Bisnis.com. Kafein dikenal sebagai zat stimulan sistem saraf pusat dan dapat membuat kecanduan.

    Kecanduan ini yang menyebabkan kamu secara tidak sadar merasa harus mengonsumsi kopi setiap hari. Bahkan dalam satu hari bisa sampai lebih dari satu gelas.

    Keharusan konsumsi kopi ini membuatmu mengeluarkan uang dalam jumlah yang lumayan banyak setiap harinya tanpa sadar. Inilah yang mengganggu cash flow karena pengeluaran ini tidak bersifat urgent.
Jadi, apakah kamu sudah mempertimbangkan kembali budaya ‘Ngopi’ dan ‘Boba’ ini? Yuk, mulai rencanakan kembali keuanganmu dengan mengesampingkan kebutuhan non-sekunder.

Kamu 'kaum ngopi' dan ingin membagikan pengalaman terkait ini? Yuk, mulai tulis pengalamanmu tidak hanya soal 'ngopi' tapi juga seputar investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, ataupun entertainment di Bisnis Muda dengan klik "Mulai Menulis".

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.