Curi Start Atur Keuangan Setelah Menikah dengan Intimate Wedding

Alokasi Dana Pasca Menikah. (Sumber: Canva)

Alokasi Dana Pasca Menikah. (Sumber: Canva)


Dari banyaknya konsep pernikahan, pasti kamu mencari konsep yang paling efisien dan minim budget. Salah satu konsep pernikahan yang bisa jadi pilihanmu adalah intimate wedding.  

Semenjak pandemi COVID-19 yang terjadi awal 2020, banyak tren yang berubah. Salah satunya adalah tren pernikahan. Pandemi menyebabkan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dikeluarkan pemerintah.

PPKM juga membuat masyarakat harus melakukan karantina di rumah selama hampir satu tahun di 2021. Meski saat ini kebijakan PPKM sudah mulai longgar dan masyarakat sudah diperbolehkan beraktivitas seperti biasa, ada kebiasaan-kebiasaan yang masih ada hingga kini.

Salah satunya adalah tren pernikahan yang mengusung konsep intimate wedding menurut Bisnis.com. Konsep pernikahan ini awalnya untuk menghindari kerumunan yang dapat menjadi sumber penyebaran virus COVID-19.

Intimate wedding merupakan konsep pernikahan yang intim, hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat. Dengan kata lain tidak dirayakan secara besar-besaran. Kini, konsep pernikahan ini semakin digemari.


Selain karena efisien, pernikahan dengan konsep ini juga dapat menghemat biaya. Bagi kamu yang memiliki budget pas-pasan, konsep pernikahan ini bisa menjadi alternatif.

Intimate Wedding juga bisa kamu terapkan agar memiliki tabungan untuk kehidupan pasca pernikahan asalkan tepat strategi dalam melaksanakannya. Bisnis Muda punya tips, nih, untuk kamu yang mau mengusung konsep intimate wedding.
 

1. Jangan Pilih Venue yang Terlalu Luas

Sesuai konsepnya yang intim, pernikahan kamu nantinya hanya akan dihadiri oleh orang-orang terpilih yang kamu undang. Biasanya terdiri dari keluarga wanita, keluarga pria, kerabat dan teman dekat.

Dikarenakan kamu tidak mengundangan banyak orang, maka kamu tidak perlu venue yang luas. Cukup sewa venue yang sesuai untuk 100-200 tamu undangan.

Memilih venue yang tidak terlalu luas akan membuatmu mendapat harga sewa terbaik. Dari sini kamu dapat menghemat budget dan mengalokasikannya untuk kebutuhan setelah menikah nantinya.

 

2. Laksanakan Pernikahan pada Siang Hari

Ada banyak pilihan waktu untuk melangsungkan pesta pernikahan. Ada yang memilih di pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Semua memiliki daya tariknya tersendiri.

Agar dapat mengalokasikan dana lebih untuk kehidupan setelah menikah, lebih baik melaksanakan pernikahan di pagi atau siang hari.

Saat pagi dan siang hari kamu dapat memanfaatkan pencahayaan alami dari matahari sehingga menghemat biaya untuk pencahayaan atau lighting. Biaya pencahayaan ini cukup tinggi, lho, karena kamu membutuhkan beberapa lampu yang memiliki daya besar.

 

3. Jangan Terlalu Banyak Melebihkan Porsi Katering

Dalam konsep intimate wedding kamu sudah memiliki daftar pasti siapa saja yang akan hadir dalam pesta pernikahanmu.

Jika dalam pesta pernikahan biasa jumlah tamu undangan perlu dikali dua, dengan intimate wedding orang yang akan datang adalah orang-orang yang kamu undang.

Sehingga tidak perlu melebihkan porsi katering terlalu banyak, cukup 15 persen dari jumlah tamu undangan. Dari sini kamu bisa menghemat banyak biaya dan mengalokasikannya untuk kehidupan pasca pernikahan.

Nah, sekarang sudah tahu kan trik mengalokasikan dana pernikahan untuk kehidupan pasca pernikahan. Tinggal cari calonnya, nih.

Baca Juga: 3 Tips Patungan Dana Pernikahan Bareng Pasangan

Kamu punya pengalaman juga soal merumuskan konsep pernikahan yang ramah di kantong? Yuk, mulai tulis pengalamanmu seputar investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, ataupun entertainment di Bisnis Muda dengan klik "Mulai Menulis".

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.