Asuransi Pendidikan Itu Bukan Tabungan Pendidikan

Ilustrasi seorang anak sedang belajar - Pixabay

Ilustrasi seorang anak sedang belajar - Pixabay


Curhatan seorang warganet di Twitter tentang pengalaman buruk keluarganya dalam menggunakan asuransi pendidikan mencuri perhatian warganet. 

Akun berinisial @ryandirachman pada 9 Juli 2020 menceritakan tentang pengalaman ibunya yang setiap bulan membayar Rp250.000 selama 17 tahun untuk asuransi pendidikan sang adik.

Namun, saat ingin dicairkan malah tidak bisa. Soalnya, perusahaan yang menanggung risiko tersebut malah mengaku mau kolaps.

"Polisnya sudah jatuh tempo, ibu sudah tidak baya [premi] lagi. Ini untuk biaya kuliah adik saya yang sebentar lagi lulus SMK, tapi duitnya lenyap, enggak bisa cair," katanya kepada reporter Bisnis.com pada 10 Juli 2020.
 
Dia mengatakan perusahaan asuransi yang dimaksud meminta tenggat waktu hingga 3 bulan untuk melakukan pencairan.


Mengetahui hal tersebut, ibu warganet tersebut enggak tahu harus berbuat apa lagi dan hanya bisa berpasrah sambil berdoa agar Tuhan yang membalas. 

Namun, @ryandirachman tida bisa menerima begitu saja karena ini hak ibunya. Dia berjanji akan memperjuangkan hingga dana pendidikan untuk adiknya cair.

"Sampai kapanpun gue enggak akan percaya sama yang namanya pemerasam berkedok asurnasi!" demikian bunyi ciutannya pada 9 Juli 2020.

Thread Twitter ini setidaknya sudah mendapat 20,6 ribu retweet dan komentar serta 64,6 ribu likes.

Lantas seorang warganet dengan inisial @harisgun yang mengaku sebagai agen asuransi ikut menimpali dengan membuat thread baru. Thread tersebut sudah mendapat 251 retweet dan komentar serta 2 ribu likes.

Dia menjelaskan konsep asuransi dan permasalahan-permasalahan yang selama ini terjadi.

"Terkait ibu masnya yang kena tipu sama pihak asurans itu, gue sebagai agen asuransi cuma bisa bilang, GAS AJA TERUS PERUSAHAANNYA..." tulis @harisgun pada 9 Juli 2020.
 
Sebenarnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih asuransi. Misalnya, pernah enggak dikasih tahu tentang laporan keuangan perusahaan asuransi tersebut?

Soalnya, perusahaan asuransi yang bagus itu berani membuka Risk Based Capital dan prospek selama beberapa tahun ke depan. Jadi penting untuk memperhatikan kredibilitas suatu perusahaan asuransi.

Selanjutnya, perlu diketahui bahwa asuransi pendidikan itu adalah asuransi jiwa plus investasi. Sehingga dari sini harusnya sudah tahu bahwa premi yang disetor per bulan itu engak seutuhnya ditabung, tapi juga diinvestasikan.

Sehingga, uang premi asuransi itu sebenarnya enggak bisa dijanjikan nominalnya karena tergantung kinerja investasinya.

Kemudian, konsumen juga harus lebih banyak riset secara independen terkait polis asuransi yang ingin dibeli untuk membandingkan atau memvalidasi argumen agen penjual asuransi dengan kondisi sesungguhnya.

Meski begitu, hal yang tidak bisa dikesaampingkan adalah dari agen asuransi itu sendiri.

Soalnya, mereka harus memberi edukasi secara benar dan jelas, bukannya malah justru menjanjikan uang konsumen dapat kembali seutuhnya karena menganggap asuransi pendiikan seperti menabung.
 

Asuransi Pendidikan Bukan Tabungan Pendidikan

Jadi, biar enggak salah langkah, Be-emers harus tahu apa itu sebenarnya asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan itu bukan tabungan pendidikan. Asuransi pendidikan itu pada umumnya merupakan asuransi unit link yang menyertakan investasi di dalamnya.

Cara kerja asuransi pendidikan adalah seperti ini. Dana konsumen yang terkumpul akan diinvestasikan perusahaan asuransi ke berbagai instrumen atau portofolio. 

Nah, keuntungan didapatkan dari perputaran dana tersebut. Namun, yang namanya investasi itu tentunya tetap ada risikonya seperti kerugian sedikit, sebagian, atau ahkan seluruhnya.

Berdasarkan pengelolaan dananya, asuransi pendidikan itu dibedakan menjadi dua jenis, yakni unit link dan dwiguna. 

Kalau unit link, menggunakan gabungan antara asuransi jiwa dan instrumen reksa dana yang hasil investasinya bersifat fluktuatif.

Sementara kalau dwiguna, menggunakan gabungan antara asuransi jiwa ditambah dengan instrumen pasar uang seperti deposito yang memberikan nilai pasti hasil investasi.


Tips Sederhana Sebelum Beli Polis Asuransi 

Pertama, cari agen asuransi yang sudah dikenal, bisa dari teman atau kelaurga sendiri.

Kedua, lihat laporan keuangan perusahaan tersebut. Perhatikan RBC-nya. Kalau dari pemerintah itu minimal 120%, tapi cari yang di atas 300% saja biar aman.

Ketiga, ambil asuransi yang sesuai dengan teori perencanaan keuangan atau sesuai dengan kantong Be-emers. Kalau secara teori itu 10% sampai 20?ri pendapatan. 

Keempat, cari dan pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki rekam jejak yang jelas dan punya backingan dana yang kuat.

Biaya pendidikan untuk bekal menyonsong masa depan si kecil itu memang perlu direncanakan karena inflasi membuat biaya pendidikan tiap tahun menjadi naik.

Nah, kalau Be-emers tim beli polis asuransi pendidikan atau mending atur dana sendiri nih?