Bisnis Fashion Ternyata Masih Bisa Eksis di Tengah Masa Pandemi

sumber: freepik.com

sumber: freepik.com

Like
Semenjak pandemi virus corona melanda, banyak pelaku industri merasa khawatir, apalagi insustri fashion. Banyak pelaku industri ini merasa khawatir penjualan pakaian mereka akan terkena dampak nyatanya.

Sesuai yang diprediksi, pada awal-awal pandemi melanda Indonesia, industri fashion sudah mengalami penurunan.

Dikutip dari Bisnis.com, salah satu brand yaitu Maison Gadiza mengaku terkena dampak pansemi ini. Pada satu bulan pertama omzet brand ini turun drastis.

Penurunan omset ini juga dialami oleh beberapa perusahaan lainnya. Hingga banyak yang memutuskan segera melakukan efesiensi dan pengurangan karyawan alias PHK masal agar tidak berat pada biaya produksi.

Lalu, bagaimana caranya industri fashion tetap bisa mendapatkan keuntungan di masa pandemi seperti ini? Solusi yang paling tepat adalah dengan melakukan berbagai terobosan terbaru yangs esuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Mungkin kita bisa mencontoh terlebih dahulu lewat Maison Gadiza. Tim riset dan produksi Gazida saat menghadapi situasi pandemi ini telah melakukan riset lebih dalam mengenai produk-produk yang memang dibutuhkan saat mengembangkan produknya.

Ide muncul awalnya dari saat melihat berita tentang suami istri yang menggunakan APD medis untuk berbelanja di supermarket. 

Ketika banyak orang yang memandang marah akan perlakuan pasangan tersebut, Gadiza memandang bahwa apa yang dilakukan kedua pasangan tersebut merupakan bentuk perlindungan karena betapa tidak amannya berada di luar sehingga perlu perlindungan extra.

Melalui ide itu, Gazida berusaha menyesuaikan kebutuhan pelanggannya dengan melaunching ulang produk Sazia Outer sebagai outer pelindung diri yang bisa digunakan oleh perempuan dan juga laki-laki.

Desainnya yang simple, penggunaan bahan yang ringan, dan bahannya yang water repellent membuat outer pelindung ini bisa digunakan dan diharapkan dapat menjadi pengganti APD.

Dan benar saja, dalam saktu singkat, Sazia Outer telah kehabisan stok di Gudang. Permintaan akan produk fashion ini banyak diminati oleh ornag yang masih harus beraktivitas di luar seperti dokter, pekerja kantoran, dan ibu rumah tangga.

Gazida juga mengungkapkan bahwa kebanyakan pembelinya memiliki lebih dari satu Sazia Outer karena alat pelindung tersebut harus dicuci setiap setelah selesai dan besoknya harus dipakai lagi untuk keluar.

Selain Gazida, dikutip kembali lewat Bisnis.com, ada juga brand Madja by Mayaratih & Fenny Saptalia  turut mengeluarkan koleksi barunya bernama NA•FASH yang merupakan singkatan dari New Normal Fashion.

NA•FASH telah mengeluarkan tiga koleksinya yaitu berupa jaket lengan panjang, jumpsuit, cape, scarf, fashion mask, dan gloves. Tentu saja koleksi ini telah menggunakan bahan antibakteri dan water repellent agar pemakainya selalu terlindungi.

Sekarang, apakah kamu merasa terinspirasi untuk membuat fashion yang merangkap sebagai alat pelindung diri untuk jadi salah satu peluang bisnis barumu?