Pentingnya Pemberian Air Putih pada Anak: Efeknya dan Kebutuhan Cairan yang Sesuai

Pentingnya Pemberian Air Putih pada Anak: Efeknya dan Kebutuhan Cairan yang Sesuai (Sumber: Freepik)

Pentingnya Pemberian Air Putih pada Anak: Efeknya dan Kebutuhan Cairan yang Sesuai (Sumber: Freepik)

Like

Memberikan asupan cairan yang tepat pada anak merupakan hal penting dalam menjaga kesehatan dan perkembangan mereka.

Namun, pertanyaan seputar pemberian air putih pada anak seringkali menjadi perdebatan, terutama terkait efeknya dan berapa jumlah yang sesuai. Berikut adalah informasi terkini dan penting mengenai hal tersebut:

Pentingnya Air Putih untuk Anak

Air putih memiliki manfaat yang sangat penting bagi tubuh, termasuk untuk mengangkut nutrisi dan oksigen, mengatur suhu tubuh, dan membantu dalam proses pengeluaran racun.

Namun, pemberian air putih yang berlebihan pada anak dapat memiliki dampak negatif, terutama terkait dengan risiko stunting.

Menurut dr. Radhian Amandito, Sp.A, seorang dokter spesialis anak, pemberian air putih yang berlebihan dapat menyebabkan stunting karena kurangnya asupan kalori.

Terlalu banyak minum air putih dapat membuat anak merasa kenyang, sehingga mereka mungkin tidak mau makan atau minum susu, terutama ASI bagi anak di bawah usia 2 tahun.

Kebutuhan Cairan Anak

Kebutuhan cairan anak berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin, massa otot, dan lemak tubuh. Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut adalah kebutuhan cairan anak per hari sesuai dengan usianya:
  • Bayi 0-6 bulan: 700 ml (hanya ASI)
  • Bayi 7-12 bulan: 800 ml
  • Anak 1-3 tahun: 1300 ml
  • Anak 4-8 tahun: 1700 ml
  • Anak 9-13 tahun: 2400 ml untuk laki-laki, dan 2100 ml untuk perempuan
  • Anak 4-18 tahun: 3300 ml untuk laki-laki dan 2300 ml untuk perempuan
Kebutuhan cairan ini dapat dipenuhi melalui berbagai sumber, termasuk ASI, air putih, air kaldu, serta makanan berkuah lainnya.

Mengelola Pemberian Makanan dan Cairan

Selain pemberian air putih, penting bagi orang tua untuk memperhatikan juga pemberian makanan yang sesuai untuk anak. Dalam memberikan makanan pendamping ASI (MPASI), dokter Radhian menyarankan untuk memberikan protein seperti daging dan telur, serta tambahan lemak seperti santan.


Hal ini penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Lebih lanjut, dalam memilih sumber informasi terkait kesehatan anak, disarankan untuk mengikuti sumber yang terpercaya seperti Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Memahami kebutuhan cairan dan nutrisi anak secara tepat dapat membantu orang tua dalam menjaga kesehatan dan perkembangan anak dengan optimal.

Dengan memperhatikan asupan cairan dan makanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak, kita dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan sehat dan bahagia.