Be-emers waktu ada rapat perombakan susunan organisasi di tempat penulis, seorang ibu paruh baya yang duduk di sebelah penulis membuka obrolan.
“Mba, anak saya itu mau menikah. Anak saya pihak cowok, menurutku sih ya Mba, lebih baik dibayar uang mentahan atau sistem “tebas”, daripada dibelikan seperangkat perkakas rumah seperti ranjang, lemari, dan sebagainya, untuk dibawa saat menikah."
Kan menikah baru permulaan hidup. Ya, kalau pas butuh uang lemari atau ranjangnya bisa dijual, kan pastinya tidak kan ya?
Kalau pasrah uang kan uang itu bisa dimanfaatkan ya Mba?” Tanyanya.
"Ya, biasanya bawa perkakas seperti itu, tapi kok menurut saya kurang bermanfaat ya Mba. Nanti ada kurang-kurangnya minta iuran lagi.”
Karena ibunya terbuka dan enak diajak ngobrol, akhirnya sekalian penulis lontarkan kata-kata, “Daripada buat biaya nikah besar-besar mending beli lahan, kan di desa lahan masih murah ya Bu, bisa untuk investasi dan menghasilkan”
“Nah, betulin itu Mba, beli sawah saja. Setiap saat bisa panen!” Kata ibunya antusias.
Nah, Be-emers, pernikahan memang sekali seumur hidup, tetapi perlu diingat juga pernikahan merupakan awal banget dari sebuah hidup baru. Jadi, jangan sampai lelah fisik atau pun mental
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.