Salah satu platform investasi yang digunakan oleh masyarakat. Perkembangan teknologi di dunia keuangan membuat penyedia layanan mengembangkan aplikasi online untuk berinvestasi (Dokumen Bisnis Muda)
Halo Be-emers, sebagai generasi yang lagi banyak menimba ilmu di dunia investasi, berapa banyak sih aset investasi yang kalian beli? Pasti ada yang pernah nyobain beli saham, menjajal beli reksa dana, investasi di emas, kripto, dan lain sebagainya.
Semua aset investasi tersebut sekarang ini makin mudah dibeli seiring dengan perkembangan teknologi, bahkan dengan modal yang enggak mesti tebal. Cukup dengan puluhyan ribu atau ratusan ribu saja.
Dengan hadirnya beragam aplikasi treknologi untuk investasi, kita cukup download, melakukan registrasi, setor dana ke rekening nasabah, lalu tinggal pilih-pilih produk investasi yang hendak dibeli. Cepat, mudah, dan santai, sesantai rebahan di pinggir pantai.
Dengan beragamnya aplikasi untuk investasi, kita sudah bisa memiliki aset-aset investasi impian. Bahkan, bisa mengikuti obrolan yang lagi berkembang di sekitar kita. Misal lagi kumpul-kumpul dan ditanya teman, punya aset saham? Langsung jawab, ada; punya kripto? punya; emas lagi ramai-ramainya naik, udah beli belum? Tentu.
Cukup tunjukin ponsel, semua aset investasi tersimpan ada di sana.
Berapa sih Idealnya Platform Investasi yang Mesti Kita Miliki?
Tapi, pernah kalian hitung enggak sih, ada berapa aplikasi investasi yang terpasang di ponsel kalian? Berapa ya Be-emers, idealnya berapa banyak aplikasi investasi yang mesti kita miliki.Penelitian yang pernah ditulis oleh Annisa Nuraini Tahir dan Dwi Nastiti Danarsari berjudul App-based Investment Platform and Investment Decision Making: A Study of Retail Investor Behavior in Indonesia, menggambarkan bahwa periode pertumbuhan investor ritel di Indonesia paling pesat terjadi pada 2020—2022 yang sebagian besar disebabkan oleh kemajuan teknologi yang mempermudah akses investasi melalui berbagai platform aplikasi.
Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Eduvest pada Juli 2023 tersebut menilai aplikasi investasi yang dilengkapi dengan data, membuat investor makin mudah dalam memutuskan langkah investasinya.
Hanya saja, penelitian tersebut tidak secara spesifik mengulas berapa banyak aplikasi yang mesti dimiliki oleh para investor, khususnya investor ritel.
Penelitian lain mencatat aplikasi investasi yang banyak dipakai oleh investor ritel, terkonsentrasi ke Bibit, Stockbit, Indo Premier (IPOT), MOST (Growin), dan Ajaib.
Bibit pada awalnya, banyak dipakai investor untuk belajar investasi produk reksa dana. Sekarang, aplikasi ini makin berkembang dan terintegrasi dengan Stockbit. Stockbit ini dikenal sebagai platform untuk trading saham.
Adapun IPOT milik Indo Premier, fitunya bisa dipakai untuk membeli prioduk reksa dana, obligasi, maupun saham. Demikian halnya dengan Ajaib yang aplikasinya lebih luas lagi, dapat dipakai membeli saham, reksa dana, aset kripto, bahkan membeli saham-saham di bursa luar negeri seperti Amerika Serikat.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.