ilustrasi buku (Sumber: Unsplash.com/Debby hudson)
Menulis esai beasiswa kerap terasa sulit. Bukan karena tidak bisa merangkai tulisan dengan baik, tetapi bingung menentukan ide awal. Dampaknya, banyak pendaftar yang terjebak pada tulisan yang terlalu umum dan klise karena tidak melalui brainstorming ide yang matang dan terukur.
Pasalnya, esai yang kuat berawal dari refleksi diri yang mendalam sebelum satu paragraf ditulis. Menemukan dan menyaring ide awal menjadi salah satu fondasi kuat sebelum menyusun esai.
Perlu diketahui, esai beasiswa tak hanya sekadar tulisan mengenai prestasi belaka, melainkan sebuah narasi yang menunjukkan karakter, nilai, dan tujuan seseorang dalam mendaftar beasiswa.
Oleh karena itu, brainstorming menjadi penting dalam membantu penulis menyaring pengalaman paling relevan, menemukan benang merah cerita, hingga memastikan keselarasan isi esai dengan visi beasiswa.
Lantas, bagaimana cara melakukan brainstorming ide esai beasiswa agar lebih terarah dan terstruktur? Berikut adalah penjelasanya.
Baca Juga: 5 Strategi Mendaftar Beasiswa Luar Negeri
Langkah Menulis Esai Beasiswa: Kuncinya Lewat Brainstorming!
Dalam menulis esai, brainstorming menjadi titik awal sebelum tulisan esai tersebut menjadi utuh dan satu kesatuan.
Dilansir dari laman Youtube KekeGenio yang juga merupakan salah satu penerima beasiswa LPDP, mengungkapkan cara memulai tulisan esai beasiswa.
Pada umumnya, kebanyakan penulis menceritakan secara berurutan dari masa lalu ke masa kini, serta harapannya di masa depan. Namun, ada cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan membalik prosesnya dari masa depan ke masa lalu.
Brainstorming tersebut bisa diawali dengan membayangkan terlebih dahulu apa yang akan dilakukan di masa depan untuk diri sendiri dan negara kemudian tarik mundur impian tersebut ke masa lalu.
Hal tersebut dilakukan agar menyelaraskan impian dengan kondisi dan latar belakang penulis serta tahap proses dari penulis itu sendiri sudah sampai mana untuk mencapai impiannya tersebut.
Jika hal tersebut masih terasa sulit, Penulis bisa melakukan data review yang bisa dilakukan internal maupun eksternal.
Data internal seperti yang dikatakan Keke adalah dengan menceritakan latar belakang keluarga, suku, komunitas, hingga kegiatan volunteer, organisasi, dan pencapaian pun juga bisa dinarasikan dalam esai beasiswa.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.