5 Tips Digitalisasi Sederhana untuk Mendukung Bisnis Kita

Usaha laundry tidak bisa dijalankan secara tradisional. Harus ada upaya digitalisasi untuk meraih pelanggan serta memudahkan operasional. Sumber: Bisnis Indonesia


Be-emers, usaha penatu atau laundry berskala mikro, kecil, dan menengah atau UMKM tersebar di mana-mana. Kalau di kota besar seperti Jakarta, usaha seperti ini bertebaran di setiap sudut, terutama di daerah pemukiman atau perkantoran.

Ya, namanya juga usaha, tentu ada banyak tantangannya, begitu juga usaha penatu ini di mana tantangannya kini bukan cuma soal kualitas cucian semata.

Salah satu tantangan jenis bisnis ini adalah tidak sedikit usaha yang masih mengandalkan promosi tradisional dan belum membangun citra di dunia digital.

Akibatnya, bisnis jadi sulit ditemukan, respons lambat, dan operasional keteteran karena transaksi kecil tapi sering, pembayaran bercampur, serta pencatatan yang tidak konsisten.

Padahal seperti kita ketahui bersama, pelanggan apalagi di kota-kota besar makin sering melakukan pencarian layanan terdekat melalui ponsel.


Saat mengecek melalui Google Maps, biasanya calon pelanggan akan membandingkan ulasan. Jika mayoritas komentar bernada positif, maka calon pelanggan tersebut akan melakukan pemesanan jasa penatu melalui fasilitas chat.

Pada titik inilah tentu saja digitalisasi bisa menjadi batu pijakan untuk mendorong bisnis penatu menjadi lebih gacor lagi. Tapi digitalisasi yang dimaksud bukan berarti harus langsung serba canggih ya.

Cukup dimulai dari hal-hal sederhana yang paling sering terjadi ketika mengoperasikan suatu usaha laundry.

Baca Juga: 5 Keterampilan Digital Marketing yang Wajib Ditingkatkan di Tahun 2026

 

5 Langkah Digitalisasi Bisnis yang Bisa Kamu Terapkan

Kalau Be-emers juga punya bisnis seperti ini, berikut adalah lima langkah digitalisasi yang mungkin bisa diterapkan agar bisnis menjadi lebih efisien dan rapi, yang dikutip dari berbagai sumber.
 

1. Pentingnya Menjangkau Pelanggan Melalui Chat dan Manfaatkan Fasilitas Google Maps

Be-emers, di bisnis cuci gosok, cara kita menjangkau pelanggan tentu saja sama pentingnya dengan hasil cucian itu sendiri.

Agar orderan tidak hanya mengandalkan muut ke mulut, atau juga cuma berharap pada orang yang lewat di depan lokasi usaha, pemilik penatu tentunya harus membangun saluran digital yang sederhana.

Misalkan saja meggunakan aplikasi chat WA  sebagai beranda depan untuk menerima pesanan dan meresponnya dengan cepat. Gercep gitu deh.  

Jangan lupa, manfaatkan juga layanan antar dan jemput sehingga pelanggan yang mungkin saja sedang sibuk dan tidak sempat mengantarkan cucian, bisa terlayani dengan baik.

Tidak lupa agar menggunakan pula media sosial untuk mengingatkan layanan dan promo secara teratur. Selain itu, sebaiknya perlu juga merapikan Google Maps supaya mempermudah penemuan bisnis oleh calon pelanggan.

Yang perlu diketahui, visibilitas di pencarian lokal ini penting sekali supaya bisa diketahui oleh calon pelanggan di sektiar lokasi usaha.
 

2. Pembayaran Digital

Be-emers, sekarang ini memang eranya digital, dalam beragai hal, termasuk dalam hal pembayaran. Jenis pembayaran ini lebih praktis.

Hal ini jelas berbeda jika menggunakan pembayaran tunai yang kerap memerlukan uang kembalian, berisiko selisih hitung, dan bisa membuka celah pembayaran tertunda alias ngutang.

Kalau kita membiasakan pelanggan untuk membayar secara digital, jumlah nominalnya selalu pas sesuai tagihan, kemudian mempercepat proses transaksi, dan tentu saja membantu menjaga kedisiplinan pembayaran.

Seperti kita ketahui pula, saat ini Indonesia sudah memiliki QRIS atau Quick Response Indonesian Standar yang sudah jamak digunakan oleh para konsumen di Tanah Air. Konsumen tinggal scan menggunakan ponsel, bayar dan beres.
 

3. Pantau Pemasukan  


Patut Be-emers ketahui, transaksi usaha penatu yang volumenya kecil, membuat pemiliknya seringkali membuat pencatatan secara manual dan hal itu agaknya merepotkan ya.

Dengan sistem digital, pemilik usaha tentu saja dapat memantau pemasukan dari riwayat transaksi. Pelaku usaha juga bisa mengurangi ketergantungan pada uang fisik, serta lebih cepat mendeteksi jika ada pembayaran yang belum masuk.