Sumber gambar: Editing pribadi dengan Powerpoint
Ketika saya masih remaja, karena laki-laki, beda kalau perempuan namanya remaji, saya pernah semalam suntuk tidak tidur di bulan suci Ramadan.
Hal yang saya lakukan ketika itu adalah cuma menonton televisi. Mengganti channel TV satu ke yang lainnya dari malam setelah tarawih hingga waktu sahur.
Kedua orang tua saya sudah tidur di dalam kamar mereka. Begitu pula saudara-saudara saya. Pokoknya tinggal saya yang masih melek di rumah itu.
Sama sekali tidak saya lihat ada penampakan, bahkan saya tidak melambaikan tangan ke arah kamera, meskipun waktu itu saya mirip sedang uji nyali.
Bagaimana mau melambaikan tangan ke arah kamera kalau kameranya saja masih belum punya?
Begadang, Hobi Anak Muda
Tidak bisa dipungkiri, bahkan juga dipungkanan, bahwa begadang menjadi suatu kegemaran tersendiri bagi anak muda.Mau itu generasi milenial, gen Z, maupun gen-gen lain, begadang menjadi asyik di waktu malam.
Pada waktu malam, kesannya memang panjang sekali. Antara waktu Isya sampai Subuh, silakan dihitung sendiri jamnya pakai sempoa.
Ada lebih dari 8 jam, bisa dipakai tidur. Kalau tidak tidur, berarti masih melek mata alias begadang itu tadi.
Lalu, apa yang biasa dilakukan para begadangers itu? Macam-macam, ada yang cuma main gitar, main kartu, main game online, cerita atau menggosip sepanjang malam, membaca buku, wuih, ini begadang yang positif.
Begadang juga dilakukan ketika ada pekerjaan mendesak. Mungkin juga karena harus belajar malam itu, besoknya ujian maupun ulangan. Pakai SKS alias Sistem Kebut Semalam.
Efek dari Begadang
Meskipun saya bukan dokter, apalagi spesialis, saya bukan pula pasien, apalagi pasien spesialis, saya bisa menemukan kenyataan tentang efek buruk dari begadang ini dari media-media online yang ada. Dari segi kesehatan, terlalu sering begadang, bisa menurunkan fungsi otak. Bisa juga menyebabkan penuaan dini, meskipun kamu dulunya suka menonton sinetron "Pernikahan Dini" yang dibintangi Agnes Monica.
Selain itu, dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, menambah stres, dan mengganggu emosi. Dari efek-efek negatif yang ada dan jelas nyata, tetap masih banyak yang suka begadang.
Kalau semalam tanpa begadang saja, rasanya kok semalam tidak tidur, ya? Rasanya, tubuh ini terasa lembek jika tidak begadang.
Bahkan, begadang dianggap simbol kekuatan tubuh. Adu tahan melek sampai pagi.
Saya pernah menginap di Tangerang, kalau tidak salah ingat. Waktu Subuh, saya keluar, rupanya ada sekelompok anak muda yang kumpul-kumpul tidak jelas di depan hotel tempat saya menginap.
Ini mereka di situ sejak kapan? Mungkin dari tengah malam hingga menjelang subuh. Berarti, mereka memang sengaja tidak tidur.
Dan, karena suasananya ramai, mengantuk pun jadi permisi alias numpang lewat. Begitu mungkin tiap malam, aneka aktivitas menghabiskan waktu dilakukan sambil begadang.
Lalu, apa yang didapatkan dari begadang itu? Apakah langsung jadi orang terkaya nomor satu di Indonesia? Langsung jadi laki-laki tertampan di galaksi Bima Sakti? Kan tidak sampai begitu toh.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Ide Jualan di Bulan Ramadan, Tertarik Coba yang Mana?
Begadang hanya menghabiskan energi sia-sia. Lebih baik dipakai untuk tidur, istirahat, melanjutkan hidup dan aktivitas besoknya.
Rhoma Irama yang entah suka atau tidak pada biskuit dengan merek sesuai namanya itu, melarang begadang kalau tidak ada artinya.
Beliau yang gitarnya patah saja melarang begadang, masa kita yang tidak bisa main gitar hobinya begadang? Bukankah itu merusak tubuh sendiri?
Eits, Tunggu Dulu!
Bang Rhoma, sang raja dangdut kita, melanjutkan liriknya, "Begadang boleh saja, kalau ada perlunya."Apakah semua begadang itu buruk? Eits, tunggu dulu, sesuai subjudul di pada bagian ini.
Ada begadang yang bisa menimbulkan efek luar biasa. Ada begadang yang justru menguatkan tubuh. Ada begadang yang justru bisa dicintai Allah, lho!
Begadang yang satu ini tidak asal begadang. Begadang yang satu ini tidak di tempat sembarangan. Begadang yang satu ini tidak membuang waktu, justru mendatangkan pahala, bahkan pahala besar.
Begadang jenis ini efeknya malah menembus jauh sampai ke luar dunia. Begadang jenis ini justru dilakukan oleh orang-orang spesial pilihan Allah. Begadang jenis ini malah bisa "menambah" umur kalau pas waktunya tepat.
Wah, Mas, begadang yang bagaimana sih ini? Penasaran 'kan dengan begadang yang satu ini?
Yap, begadang yang ini, jika dilakukan dengan serius, sungguh-sungguh, dan tentu saja ikhlas, maka betul-betul efeknya sangat-sangat luar biasa!
Begadang yang dimaksud adalah iktikaf di masjid. Yap, mulai malam ke-21 Ramadan nanti, sudah bisa dimulai ibadah iktikaf di masjid-masjid terdekat.
Yang jelas, masjid-masjid yang sering dipakai untuk salat Jum'at, bukan masjid yang belum jadi sama sekali, apalagi masjid yang baru berupa gambar.
Iktikaf ini sangat mudah untuk dilakukan. Kamu bisa membaca Al-Qur'an, berzikir, membaca buku-buku Islami, dan tentu saja salat.
Mengapa skill begadang diperlukan dalam iktikaf? Sebab, iktikaf ini memang ibadah yang lebih syahdu dan khusyuk jika dilakukan di malam hari.
Apalagi target utamanya adalah mendapatkan malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Kalau dihitung-hitung, seribu bulan itu kurang lebih 83 tahun.
Apakah kamu bisa menjamin usia sampai 83 tahun? Belum tentu bukan? Makanya, ini kesempatan kamu untuk memanfaatkan iktikaf ini dengan mengerahkan skill begadangmu sebaik mungkin.
Dan, untuk iktikaf itu lebih santai daripada kamu begadang di luar sana. Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya banyak. Kamu juga tidak perlu ikut ribut bersama teman-temanmu, ini bukan begadang main game online.
Kamu hanya perlu duduk diam di masjid. Kalau perlu duduk di pojokan. Gelapkan sedikit lampu. Berzikir, istiqfar, merenungi perjalanan hidup kamu selama ini. Kira-kira sudah benar atau tidak? Sudah sesuai ajaran Islam atau belum?
Mungkin yang lalu-lalu, kamu begadang dengan sia-sia. Menghabiskan waktu, bahkan menambah dosa. Sudah dosanya banyak, diperbanyak lagi.
Kini iktikaf akan menjadi jalan sucimu untuk meraih pahala yang besar dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Nama kamu pun akan diunggulkan di hadapan malaikat-malaikat Allah. Ini mungkin saja terjadi, tergantung kehendak Allah.
Iktikaf termasuk ibadah yang sangat istimewa. Sangat banyak kaum muslimin yang tidak sanggup melakukan ibadah ini.
Padahal, iktikaf dapat dilakukan tanpa waktu yang lama. Lima menit saja sudah cukup, kok. Namun, lebih lama diam di masjid, jelas lebih bagus.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.