Gambar Kabbah/Pexels.com
Pekik talbiyah tidak pernah berhenti dari mulut mereka sambil terus menyerukan kalimat yang penuh makna itu. Di layar kaca, aku hanya bisa menatap haru, lalu bergumam lirih,"Kapan aku dipanggil, ya, Rabb."
Bibi mengerjakan semuanya di rumah, termasuk menjahit kasur. Dengan begitu, bibi bisa bekerja sekaligus menjaga anak-anaknya di rumah. Semua pekerjaan itu mereka lakukan tanpa henti. Ternyata dari hasil yang mereka peroleh itu mereka sisihkan juga untuk ibadah umroh.
Alhamdulillah, uang yang mereka tabung pun sudah cukup untuk bekal pergi umroh. Tahun 2018, keinginan itu ingin mereka wujudkan melalui sebuah travel yang kini sudah kolaps.
Sebelum travel itu kolaps, mamang dan bibi sudah menyetorkan uang itu ke travel itu. Tidak salah memang promo harga jor-joran dari travel itu memang luar biasa sehingga mamang dan bibi tergiur untuk menyetorkan uang mereka ke sana.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.