Momen berkurban tidak semata mengajarkan ketaatan pada Allah, melainkan seni mengelola keuangan. [Pexels]
Kurban sendiri berakar dari ketaatan total Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS atas perintah Allah. Hal ini mengajarkan umat Islam untuk mendahulukan cinta kepada Allah di atas segalanya.
34 tahun hidup, aku menyadari ada aspek penting dari Iduladha yang berharga: belajar mengatur keuangan.
Dalam konteks finansial, Iduladha merupakan wujud pengelolaan harta untuk mencapai kesejahteraan bersama. Ibadah ini mengajarkan bahwa kepemilikan materi bersifat sementara dan harus membawa manfaat bagi sesama.
Belajar Seni Mengelola Harta dari Hari Raya Iduladha
Makna Ibadah di Hari Raya Iduladha, ini yang dapat dipertimbangkan:
1. Memahami Skala Prioritas
Iduladha mengajarkan bahwa tidak semua pengeluaran itu sama. Kurban adalah contoh pengeluaran bernilai spiritual dan sosial tinggi. Dalam konteks Hari Raya Qurban, kita diajari bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan.
Sisihkan juga uang kita untuk hal yang memberi makna jangka panjang, bukan sekadar kepuasan sesaat.
2. Pentingnya Financial Planning
Sementara itu, harga sapi dibanderol mulai dari Rp15 juta hingga lebih dari Rp30 juta per ekor. Ada juga skema opsi patungan (1/7) mulai dari Rp2,1 juta hingga Rp4,7 juta per orang.
Karena itulah, dibutuhkan perencanaan keuangan yang baik supaya hewan kurban bisa terbeli. Disiplin menabung menjadi kunci mencapai tujuan finansial. Tidak ada salahnya juga membuat pos atau rekening khusus, sehingga jelang hari H dana tinggal dicairkan.
3. Menunda Kesenangan
Kemampuan menunda kegembiraan menjadi indikator finansial sudah sehat. Mereka yang sukses cenderung lebih sabar dan tidak impulsif.
Erinintyani Shabrina Ramadhini
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.