Sudah Tahu Belum, Kalau Maskermu Baik atau Tidak? Yuk, Kenali Jenisnya!

sumber: freepik.com

Like

Masyarakat dibuat gempar oleh postingan Kereta Commuter Indonesia yang membagikan peringatan untuk menghindari pemakaian masker scuba atau buff.

Lewat akun Instagram @commuterline pihak PT KCI memberikan sosialisasi mengenai masker yang baik dipakai ketika berada di dalam keramaian, seperti dalam commuter contohnya.

Seperti yang dipaparkan melalui postingan Instagram, PT KCI menjelaskan setidaknya ada empat jenis masker yang baik dipakai. Kriteria ini berdasarkan keefektifannya dalam mengurangi risiko terpapar debu, virus, dan bakteri.
 

N-95

Masker yang menduduki peringkat teratas alias yang memiliki keefektifan yang tinggi adalah jenis masker N95. Keefektifannya mencapai 95 hingga 100 persen.

Dikutip Bisnis.com, Kepala Petugas Medis Pusat Medis Regional Kalispell, Dr. Doug Nelson mengatakan ada suatu penelitian yang  telah menunjukkan bahwa masker N-95 bekerja paling baik dalam mencegah banyaknya droplet yang keluar dari berbagai jenis masker. Terbukti, masker inilah yang paling efektif mencegah keluar dan masuknya droplet ke dalam masker.
 

Masker Bedah

Masker bedah biasa dipakai untuk bidang medis. Masker ini dapat melindungi dari penyebaran virus melalui droplet yang bisa berasal dari air liur atau dari lendir yang keluar dari hidung saat menghembuskan napas. Keefektifan masker ini mencapai 80 hinga 95 persen dengan ketentuan memakai masker ini hanya sekali saja dan tidak boleh lebih dari 3 hinga 8 jam.
 

Masker FFP1

Dikutip dari MedicalExpo, jenis masker ini merupakn masker respirator yang mampu mencegah pemakainya dari terhirupnya aerosol seperti debu, asap, kabut, maupun uap atau gas yang bisa membahayakan Kesehatan. Masker ini juga mampu melindungi pemakainya dari droplet yang tersebar melalui udara bebas.


Masker FFP1 sering dipakai untuk masker pencegah masuknya debu ke paru-paru, seperti digunakan untuk pengerjaan renovasi rumah dan berbagai jenis pekerjaan tukang misalnya. Sama seperti masker bedah, keefektifan masker ini mencapai 80 hingga 95 persen.
 

Masker Bahan 3 Lapis

Masker jenis ini bisa menjadi alternatif jika sulit mendapatkan tiga masker di atas. Masker ini bisa dibentuk dalam masker kain yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengan yang menyaring, dan lapisan luar yang terbuat dari bahan non-penyerap seperti poliester.

Menurut WHO, masker kain dengan tiga lapis ini sangat efektif untuk mencegah penularan virus corona. Keefektifan masker ini mencapai 50 hingga 70 persen.

Masker Scuba atau Buff memang sangat tidak disarankan untuk dipakai karena sama saja tidak seperti memakai masker. Keefektifannya hanya 0 hingga 5 persen saja. Hal ini disebabkan masker jenis ini hanya satu lapis saja dan tipis, sehinga ketika terkena droplet maka sangat mudah untuk menembus masker.

Nah sekarang tinggal kamu. Apakah akan tetap mau menggunakan masker Scuba atau Buff? Yuk, mulai move on ke empat jenis masker yang telah direkomendasikan di atas.