Ada 5 cara tetap produktif ketika WFH, sumber gambar: editing pribadi
Kebijakan pemerintah berupa WFH terus muncul wacananya belakangan ini. Munculnya pun bisa jadi mengagetkan karena selama ini yang dikatakan kerja itu, ya, berada di luar rumah.
Teman saya, seorang montir sekaligus yang punya bengkel motor, pernah ditegur oleh keluarganya. Katanya, dia "tidak" dikatakan bekerja kalau cuma jadi montir.
Dalam persepsi keluarganya, kerja itu di kantor, pakai seragam, rapi, dan wangi. Bukan dengan persepsi kerja bengkel yang notabene kotor terkena oli, bau mesin, bau bensin, berpakaian biasa, tanpa seragam.
Ketika mendengar itu, lewat telinga saya. Oh, kalau ini jelas. Namun, dalam pikiran saya, betapa banyak persepsi bekerja masih seperti ini. Masih banyak persepsi lama bahwa bekerja itu harus berada di kantor.
Itu terkait tempat, apalagi jika terkait waktu juga. Dari jam 8 pagi hingga pukul 4 atau 5 sore. Pokoknya waktu itulah yang dipahami sebagai waktu kerja.
Bagaimana dengan mereka yang kerjanya di waktu malam? Ketika orang lain istirahat, mereka baru mulai bekerja. Tidak tidur semalaman. Seperti kuntilanak misalnya. Halah, kuntilanak ini kerjanya apa, sih?
Nah, sekarang mau ada muncul WFH yang kepanjangannya adalah Work From Home. Bekerja cuma dari rumah. Sebenarnya sudah sangat banyak yang seperti itu.
Misalnya, seorang digital marketer. Mereka menghadapi laptop setiap hari, cuma dari rumah. Cuma pakai sarung yang selalunya sarung itu longgar sebelum diikatkan. Mungkin sarungnya hadiah waktu mereka disunat ketika masih kecil. Lama juga, ya, berarti?
Mereka cuma pakai kaos yang sampai sekarang modelnya tidak pernah berubah, hanya ada empat lubang. Kalau ada lubang-lubang kecil, bisa jadi itu mau ikut tren, entah dari negara mana, atau digigit tikus di lemari. Maunya yang mana, hayo?
Pekerjaan lain yang WFH adalah affiliator atau yang fokus di affiliate, seperti dari TikTok maupun Shopee. Mereka dari rumah membuat video, dengan ring lampu dengan tongkat di bawahnya.
Lighting pun diatur, meskipun tidak pakai lampu sorot pasar malam. Begitu juga dengan mikrofon yang bisa meredam suara dari luar. Suara jin pun tidak sampai masuk mengganggu.
Semuanya dapat dilakukan dari rumah dan hasilnya cukup menggiurkan juga, lho! Kalau kerja model begini, mungkin jadi omongan tetangga lagi.
Dibicarakan di belakang, jarang keluar rumah, tetapi hartanya banyak. Jangan-jangan pelihara tuyul dan babi ngepet? Nah, anggapan yang negatif bukan? Padahal tuyul itu juga pernah kerja di sinetron "Tuyul dan Mbak Yul".
Pegawai yang Kerja di Rumah
Jika sudah ada surat edaran resmi dari pimpinan instansi terkait WFH ini yang kabarnya tiap hari Jum'at, maka itulah yang benar-benar berlaku. Soalnya, surat yang tertulis itu menjadi bukti otentik keputusan atau ketetapan yang dilakukan oleh seorang pejabat. Kalau cuma lisan, maka itu masih debatable. Bisa iya, bisa tidak. Bisa tidak, bisa iya. Tinggal dibolak-balik. Tinggal dibalik-bolak.
Ketika nanti benar-benar muncul surat edaran tentang WFH, lalu bagaimana cara agar tetap produktif? Okelah, di rumah lebih bebas baring-baring atau rebahan. Namun, masa sepanjang hari begitu?
Justru ketika kemalasan dipelihara, itu lebih berbahaya daripada harimau yang dipelihara. Kemalasan tampak enak, nyaman, dan santai, tetapi manfaatnya nanti sangatlah buruk.
Rugi waktu jika kita tidak produktif. Dan, yang namanya rugi waktu ini bisa lebih parah dibandingkan rugi uang. Sebab waktu lebih berharga daripada uang. Setuju? Kalau setuju, bungkus! Maksudnya, Bung Kusnaedi yang bisa juga dipanggil bungkus.
Tips Produktif Meskipun WFH
Ada 5 tips atau kiat untuk tetap bisa produktif meskipun berada dalam kondisi WFH. Mari kita simak mulai dari tips ke-6. Wah, salah!
1. Perlu Ruang Kerja Khusus
Tips pertama ketika WFH adalah harus pintar-pintar dalam memilih ruang kerja. Soalnya ini WFH, yang artinya tetap bekerja, tetapi di rumah. Hindari tempat-tempat yang rawan gangguan atau distorsi. Jangan bekerja di kamar mandi! Kecuali kerjanya memang membersihkan kamar mandi. Tidak mungkin bukan membersihkan kamar mandi, tetapi kita berada di teras?
Sebaiknya, jangan juga bekerja di atas tempat tidur. Soalnya, kalau seperti itu, nanti bawaannya jadi tidur. Tidak mungkin bukan kita selesaikan pekerjaan di alam mimpi?
Gunakan meja dan kursi yang cukup nyaman untuk bekerja. Yah, sebisa mungkin meja dan kursi yang mirip dengan di kantor. Kalau kita duduk di situ, maka tubuh akan berada betul-betul dalam kondisi kerja.
Ingat ya, meja dan kursi seperti yang ada di kantor, jangan yang ada di kelas TK. Itu terlalu kecil, mungkin pula honor gurunya juga terlalu kecil. Wew!
2. Atur Waktu
Dalam sehari, perlu mengatur waktu kerja. Yah, sebisa mungkin mengikuti waktu kerja di kantor, lah. Kan tubuh sudah menyesuaikan dengan kondisi atau jam tersebut. Kalau toh kerja sampai malam, harus lebih menguatkan tubuh sebab malam itu 'kan untuk istirahat, kecuali kuntilanak yang kerja malam hari. Ini diulang lagi, apa sih kerjaan kuntilanak?
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.