Harga Plastik Mahal, Waktunya Menerapkan Sustainability Living?

Ilustrasi bahan makanan sustainability living (Unsplash/Markus Spiske)

Tekanan kondisi ekonomi global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi sorotan utama bagi masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya, hal tersebut membawa dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya kenaikan harga bahan plastik dan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

 
Dilansir dari Antara (6/4/2026), Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan pemerintah sedang membahas strategi mitigasi terhadap kenaikan bahan plastik.
 
Hal tersebut tentu berimbas langsung pada sektor UMKM, terutama pelaku usaha yang bergantung pada kemasan plastik sebagai wadah produknya. Kondisi tersebut turut memicu terjadinya kenaikan harga jual produk.
 
Meski begitu, Maman mengungkapkan Kementerian UMKM bersama Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan langkah mitigasi atas kenaikan harga bahan plastik. Namun, detailnya masih terlalu dini untuk dijelaskan, sebelum pembahasan teknisnya rampung.
 
“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik … Tapi kami akan siapkan mitigasinya,” ujar Maman.
 
Senada dengan permasalahan tersebut, pengurangan penggunaan kantong plastik, menjadi salah satu langkah solusi yang dapat dilakukan.
 

Harga Plastik Mahal, Waktunya Menerapkan Sustainability Living?

Dalam konteks penggunaan kantong plastik, penerapan sustainability living atau gaya hidup berkelanjutan, tentu mulai menjadi perhatian masyarakat. 
 
Sustainability living merupakan pola hidup yang menekankan penggunaan sumber daya secara bijak dan berkelanjutan, baik dalam konsumsi maupun penggunaan barang sehari-hari.