Raih Cuan Bisnis Fashion Lewat Online dan Offline, dari Klik Hingga Sentuh

Raih cuan bisnis fashion online dan offline, sumber gambar: editing pribadi dibantu AI


Ibarat dua sisi mata uang, yang jelas bukan uang saya, antara bisnis dan strateginya memang tidak bisa dipisahkan. Kalau seseorang sudah punya bisnis, maka yang harus dipikirkan adalah cara mengembangkannya melalui strategi-strategi tertentu. 

Tidak mungkin bukan, seseorang cuma diam, lalu menunggu pembeli datang? Ya, ada sih yang begitu. Namun, seringnya, pengusaha itu tetap aktif demi bisnisnya semakin berkembang dan asap dapur terus mengepul. 

Strategi bisnis perlu diterapkan menggunakan kreativitas. Inilah menariknya dunia usaha, selalu saja pemikiran baru dan kadang teorinya memang tidak ada di buku bisnis, apalagi di buku gambar anak-anak. 

Kalau sekarang, strategi bisnis menyangkut pemasaran demi mendapatkan cuan sebanyak-banyaknya. Selain cuan, juga nyonya, eh, maksudnya, selain cuan juga aset. Okelah dapat duit, tetapi bisnis makin banyak asetnya juga makin sedap. 

Kira-kira, strategi bisnis ini terbagi menjadi berapa, sih? Dari referensi yang ada, yang dipakai melalui dua cara, dua jalan, dua istri bagi yang punya, dan dua macam kiat sukses. 


Kedua hal itu adalah melalui offline dan online. Sekarang ini, keduanya memang serasa tidak bisa dipisahkan jika bisnis ingin makin berkembang. Punya toko di pasar, dengan menjajaki dunia online, bisa mengenalkan ke dunia luar lebih luas lagi. 

Dalam artikel yang entah berapa hurufnya ini, saya akan membahas sekelumit sebuah bisnis fashion, sebuah brand busana muslimah bernama Womenwear, brand lokal asal Serang, Provinsi Banten.

Nah, bagaimana brand ini mengelola bisnis fashionnya? Kira-kira apa strateginya dalam mendapatkan cuan? Mari kita simak, meskipun di antara kamu ada juga yang menjadi emak-emak. 


Bisnis Fashion Online-Offline (Era O2O)

Kelik adalah nama teman SMA saya dan juga merupakan nama seorang pelawak Jogja zaman dahulu. Namun, dalam hal ini, tidak akan membahas mereka karena akan kita kurangi satu huruf, yaitu: huruf e. 

Kata "klik" menjadi sangat powerfull dalam dunia bisnis online. Sekarang hampir semuanya HP yang kita pegang adalah layar sentuh.

Tidak ada tombol seperti QWERTY di Blackberry zaman dahulu, maupun HP Nokia lama yang justru dibanting berkali-kali tidak pecah. Dibanting saja tidak pecah, apalagi kalau tidak dibanting, ya? 

Layar sentuh biasanya mengandalkan jempol alias ibu jari. Meskipun kita tidak tinggal di ibukota, tetapi ibu jari kita memegang peranan sangat penting dalam sebuah aksi di HP, terutama kaitannya dengan belanja online

Berjualan secara online, terutama bisnis fashion muslimah semacam Womenwear itu memang mengandalkan suatu katalog digital. Saya amati, resapi, terawang, Womenwear memajang koleksi busananya melalui Instagram.

Instagram memang menjadi alat promosi yang sangat efektif. Apalagi sasarannya adalah kalangan muslimah, baik yang belum menikah, sudah menikah, maupun pernah menikah. 

Memajang katalog di Instagram bisa menjadi pembuka untuk pembelian. Ketika seorang muslimah tertarik, maka dia akan "klik" tombol tertentu. Klik-klik lagi berikutnya hingga barang itu terbayar, lalu tunggu waktu barang tiba di rumah. 

Enaknya bisnis online, tidak perlu ke luar rumah, kalau hujan tidak kepanasan dan kalau panas, tidak kehujanan. Bahkan, sambil berbaring ditemani boneka Teddy Bear, sungguh nikmat rasanya. 

Namun, ada pula kalangan muslimah yang lebih senang belanja secara offline. Jadi, dia mesti lihat barangnya secara langsung.

Kalau di toko offline, biasanya baju digantung di manekin. Entah manekin itu bisa bergerak sendiri kalau malam, jelas itu urusan lain, tetapi manekin memang berguna untuk lebih membuka lebar baju yang dijual. 

Jika cuma dilipat, apalagi masih di dalam kantong plastik, maka calon konsumen tidak bisa melihat dengan jelas. Jadi, butuh untuk dibentangkan, butuh untuk dibuka lebih jauh. 

Nah, jika seorang muslimah belanja langsung ke lokasi, seperti di Womenwear yang berada di Jalan Raya Petir - Serang, Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten ini, maka juga akan lebih puas. 

Calon pembeli bisa memegang langsung koleksi busana Womenwear. Dapat membandingkan antara harga dan kualitas baju.

Kalau tadi saat online, cuma bisa "klik", sekarang ketika datang langsung di tempatnya, dapat "sentuh". Ketika datang langsung, juga bisa mencoba langsung di kamar pas alias fitting room

Seandainya fitting room itu dibuat dengan desain yang menarik dan instagramable, lalu yang mencoba itu memfoto selfie saat dia memakai koleksi busana Womenwear, wah, itu bisa menjadi promosi gratis! 

Tergantung sekarang kamu lebih suka yang mana? Apakah lebih nyaman dan suka belanja secara online ataukah secara offline? Memang beda rasanya antara "klik" dan "sentuh". Tulisannya saja berbeda bukan? 


Memadukan Dua Cara untuk Meraih Cuan Bisnis Fashion

Walaupun berbeda dengan kritisnya pasien rumah sakit, tetapi pembeli sekarang memang makin kritis. Mereka jelas ingin adanya kemudahan secara online, tetapi juga rindu kepastian secara offline

Kalau di toko digital, itu memang etalase 24 jam. Meskipun toko di Serang tutup, tetapi "toko" di Instagram tetap melayani orang di seluruh Indonesia, bahkan dunia, asalkan masih berada di bumi semuanya. 

Tantangan dalam berbisnis secara online adalah foto produk yang jujur. Memang harus menghindari fotonya terlihat glowing, tetapi aslinya malah "buram". Ini bukan sejenis kertas untuk corat-coret Matematika itu yang kadang dibilang orang kepanjangan Matematika: makin tekun, makin tidak karuan. 

Cara memadukan antara dua dunia, satu dunia maya, satunya lagi dunia nyata, misalnya: beli online, tetapi barangnya ambil di toko. 

Bisa mengajak orang datang ke toko fisik dengan iming-iming hadiah spesial, voucher khusus, atau penawaran menarik lainnya. Begitu konsumen sampai di toko, dapat ditawari dengan aksesoris tambahan. Ini yang namanya upselling!

Keuntungan dari bisnis online, terutama untuk produk seperti Womenwear ini adalah data pelanggan dapat tersimpan rapi, awet, dan terjaga. Dari data tersebut dapat diketahui baju apa yang paling laku. Setelah itu, dapat dipajang di barisan depan toko fisik.

Pilihan antara belanja online dengan "klik" maupun belanja offline dengan "sentuh" kamu sendiri sebagai seorang muslimah, lebih senang yang mana?