Dasteran Tetap Bisa Dapat Cuan: Strategi Membangun Bisnis Fashion dari Balik Pintu Rumah

Strategi Membangun Bisnis Fashion, Sumber Gambar: Editing Pribadi Dibantu AI


Rasa-rasanya, tidak ada perempuan yang tidak menyukai daster. Pakaian jenis ini kesannya adem, nyaman, dan harganya pun relatif murah. Kalau beli satu kilogram, sama saja dengan 1.000 gram.  

Saking nyamannya, kalau sudah suka, itu-itu terus yang dipakai. Bahkan, sampai berlubang-lubang masih dikenakan juga. Apalagi jika suaminya belum membelikan yang baru. Nah, ini juga masalah sebenarnya. 

Daster menjadi pakaian yang sering dikenakan seorang ibu rumah tangga dalam bekerja di rumahnya. Mungkin dipakai saat mencuci baju, mencuci piring, mengepel lantai, meskipun tidak akan sampai memperbaiki genteng. 

Jam kerja seorang ibu rumah tangga memang bisa sampai 24 jam. Tidak ada absen sidik jari, tanda tangan, maupun apel pagi dan sore. Kerjanya tidak tentu jamnya, kadang mengepel jam 08.00, kadang pula jam 08.01. Berbeda waktunya bukan? 


Mengurusi Keluarga

Suaminya biasanya kerja di luar rumah. Mungkin kerja di kantor, jualan di pasar, atau jadi driver ojek online. Sedangkan anak-anak yang masih kecil dan belum kuliah, sering bersama ibunya. 

Dalam urusan mengurus anak, apalagi anak kecil tentunya tidak mudah. Dibutuhkan stamina yang lebih kuat daripada stamini. Tingkat kesabaran juga harus dikuatkan, sebab namanya anak kecil, yah, begitulah. Tahu sendiri bukan? 


Menghadapi hal itu setiap hari, tentunya dapat memunculkan potensi stres yang tidak kecil. Pikirannya diisi dengan sesuatu yang terasa hampir meledakkan kepala. 

Makanya itu, ketika suaminya pulang, wajar jika langsung diberondong dengan pertanyaan-pertanyaan dan obrolan yang seakan-akan kecepatannya melebihi senapan AK-47, apalagi di situ adalah RT 47 juga. 

Seorang suami, bahkan yang sudah menjadi seorang ayah, tidak perlu marah dan ikut stres. Sebab, seperti itulah istrinya yang benar. Dia bercerita cuma dengan suaminya sendiri. Coba kalau ceritanya dengan suami orang, malah jadi lebih repot bukan? 

Wajar, seorang suami atau seorang ayah dikatakan seperti tempat sampah. Soalnya, menampung keluh-kesah dan curhatan istri yang sudah dipendam sejak pagi. 

Bagi suami, tidak perlu dicermati semua omongan istri secara mendalam, apalagi jika suaminya ketika berenang di kolam yang dalam, tenggelam. Cukup didengarkan saja, tanggapi seperlunya. Istri cuma butuh tempat membuang kata-katanya, kok. 

Seorang pakar parenting pernah mengatakan bahwa perempuan itu menghabiskan sampai 20.000 kata tiap harinya. Waow, coba dihitung, ada berapa huruf itu semuanya?


Membantu Suami

Kita tahu, dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Gejolak perang Amerika dan Israel melawan Iran dapat memicu krisis ekonomi dan naiknya harga-harga barang kebutuhan pokok. 

Terlebih adanya efisiensi di sana-sini dari anggaran pemerintah, membuat kita jadi harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Makan yang biasanya satu piring penuh nasi, sekarang malah mau dikurangi jadi beberapa butir saja. Efisiensi bukan? 

Ketika kondisi ekonomi sedang terpuruk, maka diperlukan solusi yang jitu. Salah satunya adalah menambah keran penghasilan atau pendapatan tambahan. Bisa dengan membuka bisnis baru. 

Modalnya jangan dulu terlalu besar, apalagi sampai menjual rumah. Terlebih yang dijual adalah rumah tetangga lagi. Cukup dimulai dari modal kecil, bahkan bisa tanpa modal. Misalnya jadi reseller maupun affiliator. 

Ketika seorang ibu rumah tangga berencana membuka bisnis, maka yang juga harus dipikirkan adalah cara bagi waktu bisnis dan keluarga. Perlu dicermati manajemen waktu bagi ibu produktif. Soalnya, sudah banyak pekerjaan rumah, masih ditambah bisnis juga. Bisa capek berlipat-lipat. 

Lalu, bisnis apa yang cocok bagi seorang ibu rumah tangga? Pertanyaan ini cukup menantang untuk dijawab dan bisa jadi memang susah dijawab, terlebih jika ditanyakan kepada bayi yang baru lahir. Pasti susah setengah mati dia jawab. 

Bisnis yang cocok bagi ibu rumah tangga adalah bisnis fashion. Jualan baju modal kecil. Ini yang bisa dimulai dari rumah saja, tanpa harus ke luar rumah. Seorang ibu rumah tangga yang sudah mulai merintis bisnis fashion memang layak disebut dengan business mom. Dilihat dari bisnis fashion, jenis fashion apa sih yang cocok? 

Agar tidak sembarangan memilih bisnis, agar juga bermanfaat bagi orang lain dunia dan akhirat, maka bisnis fashion yang cocok adalah fashion muslimah. 

Koleksi pakaian busana muslimah biasanya memang menutup aurat. Baju-bajunya panjang dari atas sampai bawah, ditambah dengan jilbab yang tidak sekadar menutup kepala dan rambut, tetapi juga nyaman dipakai sekaligus desainnya menarik. 

Produk fashion muslimah yang seperti itu, salah satu rekomendasinya adalah Womenwear, brand fashion lokal dari Serang, Banten. 

Melalui Instagram sebagai media utama, Womenwear eksis menempatkan namanya sebagai salah satu penyedia koleksi busana muslimah di Indonesia.