Pentingnya Mengelola Dana Darurat: Siapkan Segera!

Dana darurat/Foto oleh Tima Miroshnichenko: https://www.pexels.com/


Seorang ibu tergopoh-gopoh kembali ke kamar setelah melihat keadaan suaminya yang tergeletak tak berdaya di atas tempat tidur.

Sudah beberapa hari obat dari dokter tidak kunjung membuat keadaan suami terlihat lebih baik. Dia memaksakan diri keluar dari situasi tersebut dengan jalan yang ada di dalam pikirannya.

Dirogohlah bagian bawah lemari dan dia mendapatkan sesuatu di sana.

 
Dengan wajah tersenyum, dia kembali ke tempat suaminya,"Ibu mau keluar sebentar, ya." Lalu, ibu ini pergi ke apotek untuk membeli sesuatu. Setelah itu dia ke toko buah membeli beberapa jenis buah di sana.
 
"Ayah makan ini, ya. Kalau imun ayah naik, insya Allah penyakit tidak akan muncul. Ayah harus kuat!" ucap ibu itu sambil membuka suplemen multivitamin berwarna merah muda.
 
Beberapa jenis buah sudah ada di sebuah piring. Hari ini, uang yang biasa disisihkan di awal gajian, ternyata bermanfaat juga. Di saat tanggal tua, uang di tangan hanya cukup untuk makan 4/5 sebelum gajian baru masuk. Yang penting suaminya masih bisa diajak komunikasi , itu sudah cukup.
 
Apa yang dilakukan ibu di atas memang tampaknya aktivitas kecil, sederhana, dan ringan. Namun, dampak dana darurat seperti itu begitu besar saat ada kejadian atau situasi tertentu yang memang membutuhkan biaya. Lalu, bagaimana jika apa yang dilakukan ibu tadi dilakukan terus menerus?
 

Apa Itu Dana Darurat?

Menurut Irfan Bayu Pradhana dikutip dari laman mediakeuangan.kemenkeu.go.id, yang dimaksud dana darurat adalah simpanan uang yang disiapkan untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis mendadak, atau hal mendesak lainnya yang harus dipenuhi saat itu juga.

Kamu tidak akan pernah tahu kejadian apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, bukan? Oleh karena itu, penyediaan dana darurat ini sangat penting untuk dilakukan. 
 
Dana darurat itu tidak akan bermanfaat sekali agar kamu tidak mencari pinjaman atau utangan ke sana-sini. Apalagi buat kamu yang bukan orang berduit, anak konglomerat, atau yang memiliki kekayaan melimpah.

Dengan memanfaatkan dana darurat yang disimpan sedikit demi sedikit, kamu akan merasa tertolong dengan perbuatanmu itu.
 

Mengelola Dana Darurat, Pentingkah?

Dalam mengelola dana darurat, kamu tidak harus menjadi seorang akuntan atau orang yang pandai dalam memanajemen keuangan.


Seorang ibu rumah tangga, yang sehariannya hanya mengurus rumah dan anak seperti cerita di atas pun bisa mengelola dana darurat. Sebab dana darurat dalam berumah tangga tidak terlalu membutuhkan pembukuan.
 
Dalam mengelola dana darurat, kamu harus tahu pendapatanmu berapa. Apakah ketika sejumlah uang kamu peruntukkan untuk dana darurat tidak akan mengganggu pemenuhann kebutuhan pokok rumah tanggamu. Dana darurat itu memang diambil atau disediakan khusus di luar dari budget pengeluaran pokokmu.

Dengan demikian, kamu tidak harus khawatir dengan kebutuhan utamamu.
 
Bila kamu bukan orang yang ahli dalam keuangan, kamu bisa melakukan hal-hal berikut agar tetap mengelola dana darurat.
 

Tips Menyisihkan Dana Darurat yang Bisa Kamu Siapkan!

Pertama, sisihkan dana seberapa pun yang kamu bisa dan tidak mengganggu kebutuhan pokokmu. Jika memang kamu sanggup menyisihkan 300 ribu per bulan, maka lakukan saja. Jika tidak, berarti kamu harus mengecilkan dana itu.
 
Dana darurat tidak mentok harus 1 juta per bulan. Dana itu disesuaikan juga dengan pendapatan yang kamu dapatkan setiap bulannya. Namun, harus tetap ada peruntukkannya.