5 Cara Membangun Kepedulian Sosial Bagi Pelaku UMKM ala Womenwear

5 Cara Membangun Kepedulian Sosial bagi Pelaku UMKM ala Womenwear

Be-emers, sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau sebagai pelanggan, di tengah ribuan produk, apapun jenis produk kita, akan tenggelam jika kita tidak menunjukkan nilai tertentu dari produk kita. Oleh karena itu, penting untuk menunjukkan nilai produk kita. 
 
Selain untuk mempertahankan eksistensi dan meningkatkan keuntungan, menunjukkan nilai produk juga bermanfaat bagi UMKM untuk mengampanyekan sesuatu kepada pelanggan.

Misalnya membangun kepedulian sosial. Yang ini telah dilakukan dengan baik oleh brand fashion Womenwear.
 

5 Cara Membangun Kepedulian Sosial Bagi Pelaku UMKM ala Womenwear

Berikut adalah 5 cara membangun kepedulian sosial bagi pelaku usaha fashion Womenwear yang berdampak pada lingkungan sekitar:  
 

1. Produk Lokal Kualitas Global

Langkah pertama untuk membangun kepedulian sosial bisa dilakukan dengan menciptakan produk lokal yang memiliki kualitas global.
 
Data dari dialoguecomms.id nih Be-emers saat ini lebih dari 70% pelanggan di Indonesia aktif mencari produk lokal. Dan 90% diantaranya telah membeli produk lokal. Ini menunjukkan kepedulian pelanggan terhadap produk lokal telah meningkat.
 
Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh Malvika Amaliah sebagai founder Womenwear. Mba Malvika dengan gigih berjuang untuk membuktikan bahwa produk fashion lokal dari Serang ini bisa bersaing dan memiliki kualitas global. 
 

2. Bangun Kepercayaan dan Martabat Diri

Menurut ejournal.melekliterasi.com, dengan membantu membangun kepercayaan dan martabat diri setiap orang, termasuk pelanggan, berarti kita juga membantu orang tersebut untuk lebih berani bekerja keras, berinovasi, dan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan diri-sendiri.
 
Sebagai UMKM Be-emers, bisa meniru ini dari Womenwear. Womenwear memanfaatkan ini melalui keterangan yang disampaikan oleh mba Malvika, yaitu "More Than Fashion".

Yang artinya, Womenwear tidak hanya fokus untuk menjual fashion, tapi juga memberikan "jiwa", agar setiap orang yang mengenakannya merasa berharga dan percaya diri.
 

3. Kualitas adalah Tanggung Jawab Sosial

Kualitas produk bagi UMKM itu suatu keharusan. Namun karena alasan satu dan lain hal, misalnya persaingan harga, kualitas bisa jadi nomor dua. Artinya, yang penting “murah dulu” sehingga harga bisa bersaing.
 
Namun jika ditelisik lebih jauh, kualitas sebenarnya masuk ke komponen pemasaran dan investasi jangka panjang bagi UMKM. Artinya, produk yang berkualitas bisa jadi jaminan pelanggan akan kembali lagi untuk membeli produk UMKM tersebut.
 
Womenwear, selain menggunakan kualitas sebagai jati diri produk fashionnya, juga menggunakan kualitas tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Womenwear menggunakan detail dan kualitas bahan sebagai kekuatan kualitas utama.