Didikan Ayah Menentukan Bagaimana Anak Mencintai dan Menghormati Perempuan

Didikan ayah perihal menghormati perempuan [Freepik]

Like

"Capek sekolah tinggi-tinggi malah bikin masalah. Ibunya ngapain aja coba di rumah?"
Respon yang selalu dinormalisasi ini saya temukan di mana saja. Komentar orang sekitar maupun jagat maya, juga di forum diskusi aplikasi parenting yang saya handle di perusahaan lama.

Intinya sama: jika anak bikin onar, itu salah ibu. Ibu dinilai enggak becus mengurus anak, terlalu lembek, terlalu dimanja, dan seterusnya.

Blaming semakin meningkat jika ibu juga mengampu status sebagai perempuan karier. Lebih ngejar duniawi sih kesibukan kerja, jadi aja kan anaknya berubah berandalan.

Coba kalau diperhatiin, ngga bakal anak jadi kriminal begitu. Kata omongan nyinyir tetangga, bahkan sering juga berasal dari lisan ipar dan mertua.

Sering saya berpikir: kok ngga ada yang nyalahin ayah juga? Memang ayah ngga punya peran untuk mengasuh anak? 


Saya jadi mengamini, jangan-jangan ini yang bikin Indonesia banyak dilaporkan menempati posisi ke-3 tertinggi di dunia sebagai fatherless country. Banyak anak Indonesia bertumbuh tanpa keterlibatan aktif ayah di dalamnya.

Padahal, dalam kajian Psikologi Perkembangan, keterlibatan ayah terbukti berpengaruh besar terhadap perkembangan emosional anak. Anak laki-laki yang dekat dengan ayah cenderung lebih mampu memahami batasan dan tingkat agresivitas dalam hubungan romantis saat dewasa lebih rendah.


Didikan Ayah yang Menentukan Cara Anak Menghormati Perempuan

Belum lama dunia pendidikan Indonesia kembali disentak dengan kasus pelecehan seksual verbal yang dilakukan belasan mahasiswa universitas ternama.

Mirisnya, seluruhnya berasal dari Fakultas Hukum; yang mana nantinya sumber daya yang membenahi hukum Indonesia berasal dari sini.

Hemat saya yang salah bukan almamater kampus dan fakultasnya, tetapi bagaimana madrasah utama yaitu rumah mendidik anak. Dalam perspektif Social Learning Theory, anak belajar dari apa yang ia lihat, bukan sekadar apa yang ia dengar.

Merujuk berbagai literatur, ada contoh nyata menghormati perempuan yang wajib ayah ajarkan pada anak lelakinya:

1. Tanamkan Bahwa Perempuan Bukan Objek

Ayah dapat memulainya dengan contoh sederhana. Yaitu tidak mengomentari tubuh istri di depan umum, juga tak menjadikan perempuan bahan lelucon.

“Perempuan itu manusia, bukan sesuatu yang bisa dinilai dari penampilan saja.” Dengan begini, anak lelaki memahami bahwa perempuan patut dihargai.


2. Kenalkan Konsep Consent

Pondasi terpenting lain yaitu consent alias persetujuan. Ajarkan sejak kecil untuk tegas mengatakan tidak jika memang tidak ingin melakukan sesuatu. Utamanya jika berkaitan dengan kontak fisik.

Misal ketika acara keluarga, hindari memaksa anak untuk memeluk sepupu. Minta persetujuan dulu dengan bahasa sederhana: "boleh ngga aku peluk kamu?". Kalau sepupu perempuan keberatan, tidak boleh memaksa.


3. Jadi Teladan Memperlakukan Perempuan

Anak tidak selalu membutuhkan nasihat, tetapi contoh real. Kamu berharap anak hormat pada orang lain, tetapi selalu membentak pasangan di rumah. Ya jangan salahkan kalau anak berbuat serupa nantinya.

Anak laki-laki belajar dari bagaimana ayah:
  • Berbicara kepada ibu
  • Intonasi dan sikap ketika terjadi konflik dalam keluarga
  • Menghargai pendapat perempuan


4. Biasakan Berdiskusi

"Kamu itu diam aja nurut sama orang tua, ngga usah kebanyakan tanya!"
Pakem yang lumrah di Indonesia ketika anak telah memasuki fase kritis dan ingin tahu.

Terlebih kalau topiknya tabu, kalau dalam bahasa Sunda pamali dibicarakan. Kalau sudah begini, besar peluangnya anak mencaritahu dari sumber yang salah. Termasuk perihal seks.

Jadilah sosok ayah yang menyenangkan untuk teman diskusi. Terus upgrade ilmu kala anak mulai bertanya seputar topik dewasa. Misalnya apa yang harus dilakukan ketika naksir lawan jenis, batasan apa yang harus dihormati dalam hubungan. 


5. Pentingnya Regulasi Emosi

"Jadi laki-laki harus kuat. Masa laki-laki nangis, kayak cewek aja"
Kedengarannya normal, padahal anak penting meregulasi emosinya dengan sehat. Ayah patut mengajarkan agar tidak melampiaskan emosi pada perempuan.

Dimulai dengan berdebat sehat dan tidak berujung menyalahkan istri di depan anak bisa menjadi contoh nyata di rumah.