Artikel tentang anatomi viral antara brand Womenwear, fashion busana muslimah dan KOL
Getok tular. Ini adalah istilah untuk metode komunikasi atau pemasaran berantai dari mulut ke telinga. Kenapa saya tidak bilang dari mulut ke mulut? Soalnya, kalau dari mulut ke mulut itu kalau bukan ciuman, ya, berarti napas buatan.
Istilah getok tular juga tidak ada kaitannya dengan salah satu jenis hewan melata. Atau yang ada hubungannya dengan perbaikan mobil. Kalau yang pertama disebut getok ular, yang kedua disebut getok magic.
Banyak yang menjadi korban dari getok tular ini. Mungkin istri kamu pernah terkena "pelet" yang semacam ini. Belanja barang karena ada getok tular dari para selebgram.
Dalam dunia bisnis, aneka strategi memang bisa dilakukan. Selama itu halal, legal, dan tidak abal-abal, maka sah-sah saja untuk dilakukan normal dengan semangat yang tebal. Wah, penuh rasa "al"!
Para pelaku bisnis melakukan berbagai strategi tersebut memang untuk mendapatkan cuan, keuntungan, penghasilan, dan pastinya simpanan. Kalau tidak begitu, bukan untung, melainkan rugi yang ditanggung, hingga nasib usaha pun menggantung. Sedangkan ini penuh rasa "an" dan "ung".
Salah satu strategi bisnis yang bisa diterapkan adalah dengan mencari KOL. Dalam pengertian yang ada, KOL itu adalah Key Opinion Leader. Apakah artinya pemimpin yang beropini sambil memegang kunci? Siapa dia? Juru kunci?
Istilah KOL yang sebenarnya baru saya ketahui pertama kali saat saya menjadi narasumber sebuah acara webinar yang disponsori oleh Kominfo, Senin 21 Juni 2021, temanya "Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial".
Narasumber yang dimaksud adalah saya menjadi pembicara, bukan dikaitkan dengan sumber mata air pegunungan, yang belum tentu air murni. Kaitannya dengan murni ini, saya pernah melihat penjual bensin eceran di Jogja yang membuat tulisan, "Cintamu Tak Semurni Bensinku!"
Lanjut. Ada seorang cewek dari Makassar yang di profesinya dicantumkan KOL dalam acara webinar melalui Zoom Meeting itu. Sementara saya waktu itu ditulis profil narasumber sebagai blogger. Alhamdulillah, mendapatkan honor yang sangat lumayan hanya untuk durasi selama setengah jam. Ini berarti 30 menit, bukan jam dinding yang dibelah dua.
Berbasis Followers yang Banyak dan Terkenal Melalui Media Sosial
KOL pada dasarnya memang mempunyai pengikut atau followers yang cukup banyak. Bisa sampai ratusan ribu hingga jutaan. Semoga itu semua asli manusia, soalnya ada pula yang bisa beli followers demi memperbanyak jumlah followers. Dari banyaknya pengikut itu, biasanya berada dalam satu minat atau kegemaran yang sama. Misalnya, seorang KOL yang fokus pada kecantikan, maka yang mengikutinya juga rata-rata punya minat dalam bidang kecantikan. Meskipun, yah, tidak semuanya cantik, tetapi di rumahnya mungkin punya koleksi barang antik.
Begitu pula dalam niche lain. Misalnya, seorang KOL dalam dunia game online. Maka, pengikutnya juga penggemar game. Meskipun pada dasarnya hidup ini adalah permainan juga, tetapi yang ini lebih menjurus kepada game melalui internet.
Dalam artikel ini, lebih fokus kepada KOL yang punya ketertarikan dengan dunia fashion. Lebih khusus lagi fashion busana muslimah. Ada cukup banyak KOL yang fokus di bidang ini. Ada yang pengikutnya terbilang sedikit, ada yang cukup banyak.
Meskipun KOL ada yang berwujud artis, tetapi secara makna, KOL ini adalah "teman dekat". Atau sebagai "teman curhat" digital yang dipercaya.
KOL juga sebagai jembatan kepercayaan. Dan, hati-hati jika melewati sebuah jembatan, jika ada seseorang yang merenung di samping motornya. Jangan curiga aneh-aneh, mungkin dia sedang kehabisan bensin.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.