7 Tips Kerjasama dengan KOL untuk UMKM ala Womenwear, No Boncos dan Anti Drama

7 Tips Kerjasama dengan KOL untuk UMKM Ala Womenwear, No Boncos dan Anti Drama. Sumber Gambar Instagram Womenwear

7 Tips Kerjasama dengan KOL untuk UMKM Ala Womenwear, No Boncos dan Anti Drama. Sumber Gambar Instagram Womenwear

Be-emers, yang mau beli produk tertentu lebih percaya mana nih, ulasannya para reviewer dan para pelanggan, atau videonya brand tersebut?

Lebih percaya ulasannya para reviewer dan pelanggan kan? Nah mereka berdua itu bisa kita sebut sebagai Key Opinion Leader (KOL).
 
Oleh karena itu, para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penting untuk bekerja sama dengan para KOL untuk meningkatkan penjualan.
 
Tapi gimana caranya kerja sama dengan KOL, biar mereka dapat dipastikan menyampaikan kelebihan produk kita, dan dapat menyampaikan kelemahan produk kita dengan elegan?

Yuk simak dan ikuti caranya dari Womenwear berikut?
 

7 Tips Kerjasama dengan KOL untuk UMKM ala Womenwear, No Boncos dan Anti Drama

Tips kerjasama dengan KOL untuk UMKM ala Womenwear. Kamu bisa terapkan 7 tips berikut ini: 
 

1. KOL Mega Versus KOL Mikro 

Keduanya bisa digunakan apalagi kalau bisnis fashion sudah berkembang seperti womanwear. 
 
KOL Mega, jumlah followers-nya lebih dari 100.000, sangat bermanfaat untuk mengenalkan produk kepada pelanggan yang lebih luas. Atau ini yang bisa disebut sebagai peningkatan brand awareness. 
 
Sedangkan KOL mikro, jumlah followersnya 1000-50.000, bahkan termasuk di dalamnya para pelanggan yang tidak punya followers yang mereview, sangat efektif untuk mengubah pemasaran menjadi penjualan. Hal ini karena biasanya KOL kecil sangat komunikatif dengan followernya
 

2. Pilih KOL sesuai Pelanggan  

Agar tidak boncos, pastikan juga Be-emers memilih KOL sesuai dengan pelanggan. 
 
Misalnya, kalau Womenwear nih, enggak tanggung-tanggung langsung menggaet Hanin Dhiya, Alma Maheltra, dan Lolly Unyu.

Yang menunjukkan bahwa koleksi Womenwear itu cocok banget untuk perempuan muda berprestasi dan juga anggun.
 

3. Lepaskan Kendali Atas Produk

Untuk kerjasama dengan KOL para pemilik UMKM juga harus berani untuk melepas kendali atas deskripsi produk.
 
Ini karena salah satu “penyakit” para pemilik brand atau UMKM ketika bekerja sama dengan KOL adalah: 1) memastikan bahwa KOL tersebut menyebutkan keunggulan-keunggulan produk, dan 2) melarang menyebutkan kekurangan-kekurangan produk.
 
Hal seperti di atas akan menyulitkan posisi KOL yang biasa memang me-review produk secara netral. Selain itu juga akan menyebabkan: 
  1. Ulasan jadi tidak alami, 
  2. Ulasan akan terasa seperti kehilangan “nyawa”. 
  3. Pelanggan seperti bisa “mencium bau” bahwa ulasan tersebut memang di-setting.