Menghadapi El Nino Godzilla: Istilah Mengerikan untuk Ekstrem Panas yang Makin Ganas

Waspada El Nino Godzilla di Indonesia, Sumber Gambar: Editing Pribadi

Like

Mendengar atau membaca istilah "Godzilla", maka yang terbayang di pikiran kita adalah sosok monster raksasa yang menjadi musuh dari Ultraman.

Godzilla ini juga pernah diceritakan dalam sebuah film bermusuhan dengan King Kong. 

Makhluk ini memang cuma ada di film fiksi dan menjadi khayalan dari pembuatnya saja. Sementara yang nyata dan mungkin kita kenal sehari-hari namanya adalah Gozali. 


Dipakai untuk Istilah El Nino Godzilla

Sebagaimana tadi yang saya sebutkan bahwa Godzilla ini cuma makhluk fiksi dan akal-akalan saja, tetapi ternyata namanya dipakai untuk sebuah fenomena alam yang kita hadapi atau yang sebentar lagi mungkin kita alami. 

Sebuah fenomena alam yang termasuk panas ekstrem. Ada juga "ekstrem" yang lain, tetapi biasanya disimpan di dalam kulkas dan menjadi favorit anak-anak. 

Godzilla rupanya dipakai untuk kondisi panas yang luar biasa. Sebelum melangkah lebih jauh, entah pakai sandalnya siapa, Be-emers sering merasa panas yang akhir-akhir ini makin merajalela? 


Yap, yang saya rasakan di tempat tinggal saya di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, juga memang semakin panas. Apalagi ibukota kabupaten ini berada di pinggir laut. Otomatis, cuaca makin gerah saja. 

Apalagi kalau siang hari, tidak bisa tidak, pasti berkeringat. Bahkan, ada kipas angin saja, tetap terasa panas. Kok bisa? Rupanya, memang kipas angin tersebut belum dinyalakan! Pantas!

Ada lagi cerita teman saya, dia bertubuh gemuk. Ketika siang hari di rumahnya, kipas angin justru menyebarkan angin yang panas juga.

Jadi, dia lebih pilih ke luar rumah demi mencari cuaca yang lebih sejuk. Asal, bisa kembali lagi ke rumahnya, jangan pergi tak kembali. Untunglah cuma ke luar rumah, tidak sampai ke luar negeri, karena memang tidak ada duitnya. 

Saya melihat ada cukup banyak yang dindingnya separuh batako, separuh seng. Atapnya juga pakai seng. Mungkin di siang hari, rasanya seperti masuk oven. Seperti adonan roti saja.

Begitulah rumah bantuan dari pemerintah, disyukuri saja. Tidak mungkin bukan memberikan rumah yang lebih kecil lagi, seperti: rumah kura-kura ataupun keong?

Saat kondisi panas ekstrim semacam ini, maka dengan menambahkan Godzilla, kesannya jadi makin mengerikan. Apalagi sebelum ada kata Godzilla, dipasang kata El Nino. 

Kalau dilihat dari arti, pengertian El Nino ini adalah fenomena iklim berupa pemanasan suhu permukaan laut yang ada di Samudra Pasifik bagian tengah hingga ke timur dan ini di atas suhu rata-rata. 

Dampak-dampak El Nino ini adalah berkurangnya curah hujan, bisa memicu kemarau panjang, dan mampu meningkatkan risiko negatif berupa kekeringan dan kebakaran hutan. 

Luar biasa mengerikan bukan? Itu El Nino biasa, lho, tidak pakai Godzilla. Saya mencari berita di internet, dengan WiFi rumah saya yang biayanya 200 ribu per bulan, dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, seorang dosen pertanian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang bernama Intan Rohma Nurmalasari menyajikan faktanya.

Kata beliau, kondisi El Nino tahun ini memang jauh lebih kuat intensitasnya dibanding biasanya. Efek El Nino Godzilla bisa memicu suhu udara meningkat, pola angin yang berubah, sampai dengan curah hujan yang menurun secara signifikan.

Ketika kondisi itu berlangsung bisa lama, bahkan menurut sumber dari April sampai Oktober 2026, maka yang paling rentan adalah sektor pertanian. Sebab, sektor tersebut memang sensitif terhadap perubahan suhu dan curah hujan. (Sumber: https://katakaltim.com/godzilla-el-nino-bekepanjangan-bisa-picu-krisis-pangan-begini-penjelasan-ahli)