Lebih Hafal Promo daripada Label Nutrisi, Kok Bisa?

Pentingnya Membaca Label Nutrisi pada Kemasan Makanan dan Minuman, Sumber Gambar: Editing Pribadi


Dalam kehidupan kamu sampai usia sekarang, pastilah kamu pernah masuk dan berbelanja di minimarket modern. Yang belum pernah bagi kehidupan kamu adalah memilki minimarket sendiri!

Ada dua "sejoli" minimarket yang sebenarnya bersaing ketat, baku samping maupun baku depan atau berhadapan jalan. Saat masuk di bagian dalamnya menempel dinding pastilah ada kulkas atau lemari esnya, ya 'kan? 

Semodern-modernnya minimarket tersebut, ada yang tidak lengkap, lho! Bahkan lebih lengkap warung atau kios di dekat rumah Be-emers. Yang tidak lengkap atau tidak ada di minimarket modern tersebut adalah es batu! 

Yap, kamu tidak bisa membeli es batu di minimarket modern. Padahal ada kulkasnya, ada lemari esnya, tetapi kok tidak ada? Berarti itu tanda bahwa yang lebih bagus terlihat, belum tentu lebih lengkap. Yang dulunya sering chat, kini sudah lenyap.  


Beli Makanan Karena Tampilan Kemasan

Pernah dengar kalimat "don't judge book by its cover"? Jangan cela, jangan hakimi, kita bukanlah hakim pengadilan, bukan pula hakim garis, kita cuma penggemar Irfan Hakim. 

Ketika melihat sebuah buku, kaver yang menarik belum tentu isinya bagus. Cover yang terlihat jelek, juga belum tentu isinya amburadul. Makanya, saya tidak setuju bila ada orang yang mengatakan sebuah buku itu jelek hanya karena melihat kavernya. 


Atau, dalam keadaan lain, langsung mencap buku, misalnya novel, tidak cocok untuk seseorang hanya dari membaca judulnya. Dianggap semua novel itu negatif atau ceritanya seputar pacaran saja. Cuma cinta-cintaan. 

Namun, dalam urusannya dengan makanan atau minuman, sebagian besar orang memang membeli karena tertarik dengan kemasannya. Bukan karena kemasannya mengandung magnet, lalu kita tertarik dan tertempel di situ. 

Kalau di antara kita membeli makanan atau minuman hanya karena kemasannya, maka itu berarti tugas desainernya berhasii. Dia berhasil memanjakan mata calon konsumennya. Membuat menelan air liur. Berapa liter? 

Mendesain kemasan itu memang tidak mudah. Harus menempatkan warna, tekstur, logo, gambar orang kalau ada, dan tidak kalah pentingnya adalah tulisan.

Pada intinya, tulisan ini yang menjadi pesan dari produsen kepada konsumen. Pesan tentang nama produk, termasuk kandungan gizi dan nutrisi.


Tulisan pada Kemasan yang Sering Tidak Dipedulikan

Pernah lihat ada penawaran promo suatu produk di dekat kasir? Biasanya ada tulisan diskon khusus atau beli dua gratis satu, membuat pikiran kita jadi mampir terpaku. 

Wah, ini ada kesempatan promo! Biasanya tidak diskon, sekarang diskon. Murah ini! Mungkin begitulah isi pikiran kita. Tadinya kita tidak mau beli barang itu, tetapi karena ada promo dan paket spesial, kita pun jadi seperti kehilangan akal. 

Apalagi kasirnya terlihat memesona membelai mata, ditambah dengan senyum yang begitu ranum, membuat hati jadi membuncah dan berdentum-dentum. 

Padahal. biasanya pada setiap kemasan makanan dan minuman itu ada kandungan nutrisinya. Ada kandungan gizinya. Kandungan gula, garam, berikut dengan pemanis buatan dan bahan-bahan lainnya. 

Apakah kita pernah membaca semua tulisan di kemasan belakang itu? Apakah kita pernah menghafalnya juga? Siapa tahu ke luar di tes CPNS bukan? 

Biasanya, karena keterbatasan waktu, kita woles saja. Langsung membayar saja di kasir. Tanpa mengecek lebih lanjut atau menggali lebih dalam. Yang mungkin sering digali justru kenangan indah bersamanya yang telah raib ditelan masa. 

Sungguh menjadi ironi, ketika tulisan diskon yang mungkin segede gaban kalah dibandingkan tulisan kandungan nutrisi maupun gizi pada kemasan produk. Bayangkan, betapa banyak kita sering seperti itu. Sudah berapa banyak kita belanja hanya karena bagian depan kemasan saja?

Produk seperti minuman kekinian, permen, snack ringan, oatmeal, termasuk makanan dan minuman yang sedang viral, ternyata bisa mengandung kalori yang tinggi, sodium besar, dan gula tersembunyi. 

Untuk apa kamu butuh banyak gula? Kamu itu sudah cukup manis, ditambahkan banyak gula malah bikin ginjal menangis. 


Jangan Lupa untuk Selalu Mementingkan Membaca Label Nutrisi

Sungguh sangat disayangkan, jika kita membeli produk makanan maupun minuman, tetapi pada akhirnya malah merugikan kita. Membuat kita jadi sakit. 

Kita sudah bayar dengan jerih payah, membanting tulang, dan memeras keringat, tetapi ujungnya juga tetap mengeluarkan biaya-biaya tertentu ketika sudah jatuh sakit. 

Makanya, mencegah itu lebih baik daripada tidak mencegah. Eh, maksudnya mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Kita harus melihat pada kemasan produk makanan dan minuman, terutama: cek gulanya, garam, kandungan lemak, kalori, hingga bahan pengawet dan komposisi utama.

Umumnya, bahan yang ditulis paling awal di kemasan tersebut jumlahnya paling banyak. Jadi, kita bisa tahu suatu produk itu tinggi gulanya atau tidak, dari bahan-bahan di bagian awal tersebut. 

Jika kita tidak mengecek dengan baik, maka siap-siaplah bisa terkena obesitas, diabetes, tinggi tekanan darah, dan penyakit jangka panjang atau yang membutuhkan pengobatan dalam waktu yang lama.