Nabung sendiri atau ikut Tabungan Umrah, perlu dicermati keuntungan dan kekurangannya [Pexels]
Ada yang menabung sendiri, ada pula yang memercayakan pada sistem Tabungan Umrah/Haji.
Sekarang ini, banyak bank yang menyediakan skema ini. Antara lain Bank Syariah Indonesia, BCA Syariah, Bank Mega Syariah, Bank BTN Syariah, CIMB Niaga, dan Bank Jatim Syariah.
Pertanyaannya: dari dua sistem ini, mana yang lebih diuntungkan ya? Kalau dipikir, kan dua-duanya sama-sama menabung.
Yang berbeda hanya metodenya. Satu jamaah yang jadi auditor tetap, satunya lagi bank yang mengolah dana agar impian jamaah pergi umrah bisa tercapai.
Belum lama, orang tua sahabat saya sejak SD berangkat Haji ke Tanah Suci. Yang saya tahu, mereka memang telah lama menabung; mengumpulkan dana khusus untuk beribadah. Ada juga kolega saya yang akhirnya umrah setelah dana Tabungan Umrah dia terkumpul.
Tabungan Umrah
Sistem ini amat populer di Indonesia, mengingat harga umrah tidaklah murah. Melihat skemanya, sistem satu ini sangat cocok untuk mereka yang susah menabung.
Ya, survei GoodStats bertajuk Perilaku Mengelola Keuangan Masyarakat 2024 mencatat 69,9% masyarakat Indonesia sedang tidak menabung. Mereka yang menabung pun tercatat tidak mampu menyisihkan pendapatannya secara rutin untuk ditabung. Sebanyak 23,4% responden mengaku masih belum konsisten dalam menabung.
Ini yang membuat skema Tabungan Umrah muncul untuk membantu. Disiplin finansial akan terbentuk, karena setiap bulan nasabah 'dipaksa' autodebet penghasilannya. Hal ini membuat harga umrah tidak terlihat berat karena sistemnya dicicil.
Orang dekat saya yang pernah menggunakan skema ini mengaku kerap ada bonus potongan harga paket pilihannya. Karena direct ke travel bagus, peluang nasabah gagal berangkat minim. Waktu tunggu juga tidak terlalu lama.
Kekurangannya juga patut dicermati, yakni inflasi. Harga umrah setiap tahun mengalami kenaikan. Return juga kecil karena murni menabung, bukan investasi. Kamu tidak bebas memilih produk di mana uang bisa ditaruh.
Walau begitu, skema ini cocok untuk mereka yang:
- Orang kerja yang sangat sibuk/kerja lapangan
- Sering gagal menabung
- Butuh 'dipaksa' berkomitmen saving
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.